Sunday, 18 November 2018

Galakan yang Selingkuh

Rabu, 11 April 2012 — 14:33 WIB
nah-sub

GURU SD nempeleng murid, itu biasa. Tapi jika guru SD nempeleng istri, pasti bukan soal lalai mengerjakan PR. Apapun alasannya, kini  Ktut Mayun, 39, harus jadi terdakwa. Pasalnya, sang istri kemudian lapor polisi. “Mestinya saya yang marah karena dia selingkuh, kok malah jadi dia yang galakan,” kata istri selaku saksi korban.

Istri cap apapun pasti tak suka suami membagi cintanya seperti kue lapis; sepotong untuk si anu, sepotong lagi untuk si ani. Mutlak harus untuk dirinya seorang. Dus karena itulah, dia akan marah jika menemukan suami punya WIL. Sebab dalam prakteknya, banyak lelaki yang kemudian meningkatkan statusnya sang WIL menjadi istri. Ibarat perguruan tinggi swasta, tadinya hanya terdaftar, menjadi disamakan. Paling celaka, dia kemudian juga menuntut “Sumbangan Pendidikan Mahasiswa” yang sama.

Bertolak dari alasan inilah, wajar saja Ny. Ayu Maruti, 35, marah-marah demi tahu suaminya yang guru SD ini punya WIL. Semakin marah lagi, karena selingkuhannya juga seorang guru SD. Guru kok ketemu guru lagi. Sekarang sih enak dan asyik. Tapi coba jika sudah pensiun dalam usia 60 tahun mendatang, mereka akan sama-sama kena penyakit pengapuran, karena dulu biasa pegang…….kapur!

Sebenarnya, kala itu Ayu Maruti warga Penarungan,Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali, baru mendengar gosip dan sas-sus tentang perselingkuhan suami. Maka buru-buru dia mencoba klarifikasi. Jawab suami ternyata kopi paste dengan alasan Wamenkum Deny Indrayana dalam kasus penamparan sipir penjara. “Apa saya ada potongan tukang selingkuh….?” kata Ktut Mayun dengan berkacak pinggang.

Melihat mimik suaminya, Ayu Maruti kemudian yakin bahwa “kutut’-nya Ktut tidak “nakal” mencari juwawut ke mana-mana. Namun ternyata ademnya hati ini hanya sebentar saja, kaena isu miring tentang suaminya makin santer masuk telinganya kanan kiri bahwa Ktut hakul yakin punya WIL, sosoknya tak berubah, ya guru SD sesama teman mengajar.

Penasaran dengan kabar miring tersebut, Ayu Maruti tanpa pikir panjang segera melabrak ke sekolah tempat suami mengajar. Nah ini dia! Di ruang guru pas jam istirahat, Ayu Maruti melihat suaminya dan Mandasari, 28, sang WIL-nya dalam ruangan yang sama. Makin curiga lagi karena mendadak perempuan itu mengalah keluar buru-buru. Langsung saja Ayu Maruti marah marah, ngomel-ngomel prat pret prottttt.

Bisa ditebak, bagaimana malunya suami dilabrak istri ke sekolah. Di samping malu dengan sesama teman guru, juga malu pada anak didik. Mana ada guru ngajari muridnya berantem dengan istri? Kurikulum menteri PDK kabinet mana tuh? Karena itulah Pak Guru Ktut Mayun menghentikan omelan istri dengan pukulan tangan ke muka, plak plak plokkkkk, sampai-sampai helm nya pun jatuh.

Istrinya pulang sambil menangis. Tapi beberapa jam kemudian polisi datang dengan tuduhan KDRT. Ktut digelandang ke Polsek Abiansemal, dan kini Pak Guru duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa di PN Denpasar. Legalah Ayu Maruti, karena suaminya sudah kena batunya. Cuma yang bikin gemas dia, Mandasari sebagai saksi terkesan selalu membela Ktut Mayun dengan alasan tidak tahu dan tidak tahu. Kok seperti Angelina Sondakh dalam sidang Tipikor saja.

Tapi di sini kan tanpa “Apel Malang” dan Washington. (IC/Gunarso TS)