Harga Darah di PMI Bekasi Naik 25 Persen

Rabu, 11 April 2012
kantong-darah

BEKASI (Pos Kota) – Harga penjualan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bekasi naik hingga 25 persen. Padahal harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak naik.

Kenaikan ini jelas membuat masyarakat yang membutuhkan darah harus lebih merogoh kocek lebih dalam. Pasalnya, dari harga Rp200 ribu/kantong, naik menjadi Rp250 ribu/kantong.

“Soal naiknya harga darah ini tidak ada hubungannya dengan kenaikan BBM. Tapi memang karena disebabkan sejumlah alat-alat pemeriksaan mengalami kenaikan sejak Maret lalu,” kata Ketua PMI Kota Bekasi Suharto, Rabu (11/4).

Karenanya untuk menyesuaikannya, mulai awal April harga darah terpaksa dinaikkan. “Ini menyesuaikan dengan harga di wilayah Jawa Barat karena harga alat-alat pemeriksaan sekarang ini sangat mahal,” lanjut Suharto.

Selain itu pula, terkait surat edaran dari Kementerian Kesehatan yang menyatakan harga darah mengalami kenaikan. “Kota Bekasi termasuk yang tertinggal dalam menaikkan harga darah ini dibanding Kabupaten Bekasi atau Karawang. Mereka sudah naik sejak Maret sedangkan kami baru April,” tuturnya.

Meski harganya sudah naik, namun selama April ini saja sudah keluar 1.500 kantong darah. Sementara dalam sebulan stock darah yang diambil dari pendonor hanya sekitar 900 kantong saja antara lain melalui donor darah massal pada instansi.

Untuk kriteria darah yang minim pendonor adalah golongan A dan O. “Kalau mengandalkan donor yang datang di Kota Bekasi sangat minim. Makanya kami lakukan jemput bola kepada pendonor. Kalau kami kekurangan stock, biasanya menghubungi PMI DKI atau PMI Pusat,” lanjut Suharto. (Dieni)

Foto Ilustrasi

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.