Sunday, 17 February 2019

Penjualan Sepeda Motor Sentuh 2 Juta

Rabu, 11 April 2012 — 16:10 WIB
mtr jm

PENJUALAN motor di tanah air pada tiga bulan pertama 2012, menyentuh angka 1.950.047 motor. Jumlah yang hampir dua juta itu ternyata baru angka tiga bulan pertama tahun ini. Itu pun tidak semua penjualan merek motor yang ada di Indonesia, sehingga jika dihitung semua dipastikan melampaui angka 2 juta.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) angka penjualan motor Maret 626.689 unit motor, jumlah itu turun 6,57 persen dibandingkan penjualan Pebruari sebanyak 670.757 unit. Penjualan tersebut ternyata tidak termasuk para pemain baru. Jumlah itu hanya dari merek-merek pemain lama seperti Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki dan satu-satunya penaim baru hanya TVS. Ini juga karena merek yang masuk anggota AISI, tidak termasuk Viar, Minerva dan Bajaj dan lainnya.

Honda masih memegang penjualan tertinggi kendaraan roda dua di Indonesia pada Maret lalu, dengan 325.994 unit. Selama tri wulan pertama 2012 Honda secara total telah melego 1.064.395 unit. Sedangkan Yamaha, menempati peringkat dua dengan penjualan 247.103 unit, atau total penjualan tiga bulan 712.288 motor.

Untuk Suzuki, tetapi di posisi tiga penjualan dengan jumlah 40.026 motor atau total 137.699 motor dalam tri wulan pertama. Kawasaki, juga masih ditempat keempat, dengan penjualan 12.196 unit dan telah mencapai total penjualan 31.493 unit. Sedangkan TVS menjadi ‘anak bawang’ dengan angka penjualan 1.370 motor atau total 4.172 motor.

PENUNDAAN KENAIKAN BBM

Penjualan kendaraan roda dua tenya terkait dengan harga bahan bakar minyak (BBM). Menurut Presiden Direktur PT Yamahan Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Dyonisius Beti, penundaan kenaikan BBM tersebut cukup positif untuk konsumen motor Indonesia.

“Bila Pemerintah jadi menaikan BBM, tentu konsumen lebih memikirkan membelanjakan uangnya untuk kebutuhan pokok, bukan membeli motor,”ujar Dyon, dalam peluncuran Yamaha Soul GT, beberapa waktu lalu.

Artinya, bila Pemerintah jadi menaikan harga BBM, akan berpengaruh terhadap penjualan kendaraan roda dua itu. Hanya saja, berapa besar pengaruhnya masih belum dapat dihitung.

Yang pasti akan besar pengaruhnya terhadap penjualan sepeda motor, kata Dyon, adalah keluarnya Surat Edaran Bank Indonesia Maret lalu terkait soal uang muka kredit. Ketentuan itu mengharuskan lembaga pembiayaan (leasing) mengenakan uang muka kredit motor sebesar 25 persen dari harga jual motor.

Bila kebijakan tersebut jadi diterapkan pada Juni mendatang, diperkirakan penjualan motor akan turun drastis hingga 30-an persen. Ini tentu membuat pusing tujuh keliling para pabrikan motor di tanah air.

(bambang/us/o)