Sunday, 18 August 2019

Bu Maman Punya Simpanan

Sabtu, 14 April 2012 — 11:31 WIB
dia-14

BU MAMAN, 30, dari Solo ini tak mau kalah dengan Bang Maman dari Kalipasir. Bila yang di Jakarta punya istri simpanan, Bu Maman juga punyua lelaki simpanan. Bila Bang Maman bikin gemas kalangan pendidik,  Bu Maman bikin marah Mas Maman, 35, selaku suami, sehingga golok pun ikut bicara.

Dengan istri punya simpanan di bank, pasti suami senang, karena itu berarti istri rajin menabung. Gemi nastiti ngati-ati, begitu kata orang Jawa. Tapi jika simpanannya berupa lelaki alias PIL, suami cap apapun pasti mencak-mencak. Maka sungguh nelangsa jiwa dan perasaan Maman dari Jagalan, Jebres, ini, karena uang kiriman darinya saat di negeri Belanda ternyata habis untuk foya-foya bersama lelaki simpanannya.

Istri cantik selalu menjadi dambaan orang. Tapi biaya perawatan putri cantik juga tidak murah, sehingga Maman kombeh (babak belur) anggarannya untuk memanjakan istri tercinta yang seksi dan betis mbunting padi itu. Mengandalkan dari penghasilannya yang kecil, sungguh sungsang sumbel ekonomi sehari-hari. Masak tiap hari harus makan dengan “nasi kucing” yang dibungkus daun dan sedikit ikan bandeng.

Saat ada peluang jadi TKI ke Nederland, berangkatlah Maman ke Negeri Bunga Tulip. Hasilnya cukup lumayan, dia kini tiap bulan bisa kirim gulden ke istri di Solo. Istrinya juga termasuk ubed (banyak akal), sehingga uang itu diputar untuk dagang minyak tanah dan bensin. Senanglah Maman saat pulang kampung, karena ternyata istrinya bukan tipe wanita yang bisanya mamah dan mlumah.

Namun perkembangan selanjutnya sungguh bertentangan dengan amanat penderitaan suami. Karena di Solo juga “kedinginan” sebagaimana yang di Nederlanda, diam-diam Bu Maman punya cowok gebedan baru. Namanya Kurmen, 30. Dialah yang selalu mengisi hari-hari sepi istri Maman ini. Maklumlah, sebagai wanita normal, meski perut terjamin penuh, jika yang di bawah perut tak terurus, juga berontak minta solusi.

Pada hari-hari tertentu Bu Maman yang punya lelaki simpanan ini pergi ke Fajar Indah tempat tinggal sicowok. Keduanya lalu berbagi cinta dengan suka cita. Pulangnya Bu Maman ninggali sejumlah uang buat PIL-nya tersebut. Walhasil, kiriman uang dari Nederland sebagian besar mengalir untuk Kurmen. Asyik kan, hanya modal “si entong” dia selalu penuh punya kantong.

Lama-lama Maman mendengar isyu tak sedap tentang istrinya tersebut. Maka saat kontrak kerja habis, dia tak mau memperpanjang lagi. Percuma saja dia kerja banting tulang di Negri Belanda, jika hasilnya malah dipakai modal “banting-bantingan” dengan lelaki lain. Maka secara diam-diam dia pulang ke Indonesia dengan membawa sejuta dendam. Turun dari KLM di Cengkareng, langsung sambung Lion Air ke Solo, karena ingin segera nggebuki bini.

Ternyata benar. Tiba di rumah istri tak ada, kata orang pasti di rumah gendakannya. Diam-diam dia segera menyusul ke Fajar Indah. Betapa marahnya dia, ternyata istrinya malah kedapatan satu mobil di jalan. Langsung saja dicegat. Begitu Kurmen keluar, disambutnya dengan bacokan golok hingga roboh. Maman gagal mengeksekusi istrinya, karena dicegah warga. Kini Maman  ditangkap polisi sementara Kurmen dilarikan ke rumahsakit.

Semuanya gara-gara Bu Maman punya simpanan. (SP/Gunarso TS)

  • http://profile.yahoo.com/WXTO2XRUEKK74B3BNXPCBKCHC4 rhisa

    sing mboten-mboten ae…

  • Rakhmat syahyri

    waw, buk maman, buk maman ujung 2 nya nggak enak y kang maman sabar ya

  • joko_mawon

    bu maman angsal bonggol lan siotong angsal benggol plus cendol ……….. he3x.

  • stev

    makanya kalo udah gak kuat suruh bang maman
    pulang ya bu……