Minggu, 15 April 2012 22:37:08 WIB

Janji Bisnis MLM, Pelaku Raup Miliaran Rupiah

tangkap-sub

BOGOR (Pos Kota) – Penipuan dengan modus keuntungan besar, berhasil meraup miliaran rupiah dari warga Cileubeut Barat Sukaraja Bogor. Korban kebanyak ibu-ibu ini, mau menyetorkan dana dalam jumlah yang bervariatif, karena iming-iming keuntungan 10 persen dari bisnis  multilevel marketing (MLM) yang dijanjikan pelaku.

Neli Nazlita 37, warga RT 07/08 Desa Cileubut Kecamatan Sukaraja mengaku, dirinya sudah merugi hingga Rp 633juta.
“Uang sejumlah itu saya setor, setelah menjual dua mobil dan tanah. Kini uang itu nasibnya nggak jelas, walau pelaku sudah ditangkap polisi,” kata Neli.

Ibu dua anak ini menuturkan, dirinya tertarik keuntungan 10 persen yang ditawarkan pelaku saat mempromosikan bisnis menjual produk, properti, sari kurma dan  usaha conter pulsa.

“Janjinya keuntungan bulanan 10 persen. Tapi berjalan tiga bulan, nggak ada jawaban. Saat ditanya, bukannya dijawab, malah dia minta tambah modal. Uang Rp 633juta itu, karena tiga kali saya menyetor,” kata Neli.

Korban lainnya, Debi Sulistyowati 34,  mengaku mengalami kerugian Rp 77juta.

Warga RT 07/08, Desa CileubutIa terpaksa menggadaikan sertifikat rumahnya karena tergiur bisnis yang ditawarkan pelaku.
“Saya sudah pasrah. Bukannya untung, malah kini saya harus bayar uang gadai rumah setiap bulannya,”paparnya.
Kedua korban mengaku, awal mereka ditawari bisnis ini sejak pertengahan 2011 lalu.

“Curiga, kami melakukan pengecekan ke seluruh penanam modal. Dari sini terungkap penipuan. Dari situ kita lapor ke polisi,” ungkap Debi.

Astriani Memori 24, pelaku penipuan berkedok bisnis, yang kini mendekam di tahanan polisi mengungkapkan, sudah 21 ibu-ibu yang ia tipu. “Saya incar ibu-ibu yang terlihat ekonominya mapan. Semua korban saya tawarkan bisnis yang sama,” kata Astriani kepada penyidik.

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Imron Ermawan mengaku, pihaknya masih mendalami keterangan pelaku. Pelaku AM diciduk Kamis (5/4) kemarin. “Masih dalam penyelidikan. Semua korban juga belum dimintai keterangan,” tandas AKP Imron.

(yopi/sir)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.