Sunday, 17 February 2019

`Piket` Dengan Istri Bawahan

Senin, 16 April 2012 — 10:06 WIB
dia-16

ENAK betul jadi atasan macam Aiptu Marwoto, 45, ini. Anak buah disuruh piket di Polsek, sedang dia sendiri dengan istri anak buahnya tersebut, “piket” alias pipi lengket di hotel. Untung para tetangga berhasil mengganjal aksi mesum oknum komandan polisi ini, bahkan akhirnya jadi urusan di kantornya.

Anak buah punya istri cantik, tidak dilarang undang-undang, karena soal jodoh memang sudah diatur oleh yang di atas. Cuma kalau setan sedang merasuk ke jiwa orang, anak buah kok beristri cantik, jadi pengin juga nyobain. Memangnya sepeda, apa? Tapi begitulah kelakuan orang. Demi memuaskan aspirasi urusan bawah, banyak cara ditempuh dengan memanfaatkan posisi dan jabatannya.

Briptu Bintarto, 35, memang termasuk polteng (polisi ganteng) di jajaran Polres Sleman (DIY). Karenanya wajar saja bila dia berhasil mendapatkan istri yang cantik pula. Jadi kloplah; yang lelaki macam Betara Kamajaya, yang perempuan mirip Dewi Ratih. Ini sungguh pasangan yang serasi. Bila jalan sarimbit (berdua), banyak yang berdecak kagum. “Kae lho bojone Bintarto, wong ayu kok dipek dhewe (itu lho bini Bintarto, cantinya tiada lawan),” begitu kata orang secara tulus.

Beda dengan Aiptu Marwoto non Kawer. Melihat kecantikan Ny. Danarti, 30, istri anak buahnya, justru clegak-cleguk (kepengin) menelan ludah. Dia tak sekedar mengagumi, tapi juga ingin menggumuli. Perempuan sekel nan cemekel macam Danarti, pasti temanja (bermanfaat) di medan percaturan ranjang. Maka Aiptu Marwoto bersumpah: cepat atau lambat harus mendapatkannya.

Mulailah Marwoto mengatur strategi dengan memanfaatkan posisinya. Malam tertentu yang mustinya Briptu Bintarto bisa bercengkerama dengan istrinya, justru dia ditugaskan piket di kantor. Padahal di malam yang sama, diam-diam Marwoto menyatroni istri anak buahnya di daerah Kalasan. Pikirnya, paha ayam goreng Kalasan memang sedap, tapi paha Ny. Danarti lebih dari syedddap!

Ternyata bini Bintarto ini memang bukan perempuan berasas monoloyalitas. Dengan Briptu Bintarto selaku suami, oke. Tapi jika ada tawaran lain yang lebih menjanjikan, oke juga. Maka saat  Aiptu Marwoto malam-malam ke rumah di kala suami tak di rumah, malah palahane (kebetulan). Tak ayal ketika atasan suaminya mengajak jalan-jalan malam itu, dilayani juga.

Padahal, malam itu mereka tidak mutlak jalan-jalan, bahkan bobok-bobok di kamar hotel. Berua di kamar hotel mau ngapain lagi, jika bukan menuntaskan asmara jalu wanita (laki perempuan). Dan memang itulah yang terjadi. Saat Danarti kena “jalu” (taji) ayam kinantan dadi Ngaglik Sleman ini, justru merem melek dan njuk neh (nambah).

Sejak itulah, asal Briptu Bintarto piket di Polres, justru Marwoto – Danarti pipi lengket di kamar hotel. Aksi mesum ini ternyata lama-lama tercium oleh para tetangga di Kalasan. Hal ini kemudian menjadi catatan khusus warga. Kapan-kapan ditemukan bukti kuat, hal itu akan diserahkan langsung pada Briptu Bintarto selaku pihak yang berkompeten.

Kesempatan itu muncul beberapa hari lalu. Saat melihat Aiptu Marwoto mengantar Danarti pulang ke rumahnya sekitar pukul 23.00, warga langsung menahan oknum polisi ini. Sedangkan Bintarto yang sedang piket diminta pulang segera. Wah, mendengar kerumunan warga di rumah, kaget juga dia. Bintarto baru dhong (faham), saat Danarti istrinya bersama Marwoto mengaku bahwa  selama ini sudah berbuat selingkuh dari hotel ke hotel. Urusan pun akhirnya sampai ke meja Propam di kantornya.

Beda pangkat, beda senjata organiknya, ngkali. (HJ/Gunarso TS)

  • Rakhmat syahyri

    enak ya dan?

  • joko_mawon

    komandan ini termasuk seniman juga alias senang istri teman …….. ha3x.

  • dralao

    sip gan ane demen kalo kaya gini gan