Friday, 19 April 2019

Terima Kasih Untuk Pembaca

Selasa, 17 April 2012 — 9:43 WIB

KONVENSI ‘Publish Asia 2012’ beberapa hari lalu di Bali diikuti 700 peserta dari 30 negara meyakinkan bahwa koran cetak tak akan punah dengan syarat pengelolanya terus berinovasi atau melakukan pembaharuan.  Pesan optimistik itu menyikapi kehebatan teknologi informasi yang dipakai media massa elektronik.

Naluri ingin tahu tentang berbagai peristiwa yang telah, sedang dan akan terjadi di alam semesta utamanya terkait dengan hajat hidup orang banyak, dewasa ini  relatif mudah diakses melalui interconnected network  atau  internet. Sebaliknya, khalayak begitu mudah menggunakan teknologi yang sama untuk menyebar-luaskkan informasi  hingga tembus batas ruang dan waktu.

Misalnya saja, peristiwa banjir kiriman dari Bogor merepotkan 261 penghuni rumah di RW 01-03 Kampung Melayu, Jaktim, Minggu, 15 April 2012, dapat diketahui pada waktu bersamaan oleh masyarakat dunia.  Pos Kota News.Com saat itu mempublikasikannya. Koran cetak kita baru sehari kemudian mewartakan, sehingga kadar kehangatannya berkurang atau sudah basi.

Ilustrasi tersebut adalah dinamika penyelenggaraan koran cetak sedunia, tanpa kecuali bagi suratkabar ini. Bila tidak, cepat atau lambat ditinggalkan pembaca. Ujung-ujungnya punah!

Komitmen sejak berdiri 15 April 1970 hingga Pos Kota berulang tahun ke- 42 pada Minggu 15 April 2012, tidak bergeser. Kita terus mengedepankan informasi berbasis proximity atau  kedekatan lingkungan  yang bermanfaat bagi khalayak.

Peristiwa got mampet, jeritan ibu rumah tangga, kuli, buruh, pegawai rendahan akibat  didera harga sembako, nenek-nenek terpelosok ke dalam sumur, gangguan ketenteraman-ketertiban, kriminalitas hinga anarkisme kita publikasikan dalam porsi istimewa.

Pos Kota juga menempatkan diri sebagai jembatan interkasi  positif antar-warga dengan berbagai pihak termasuk aparat penyelenggara negara. Kebijakan redaksional tersebut telah teruji puluhan tahun mampu meraih kepercayaan khalayak dan kita syukuri sebagai anugerah dari Tuhan YME.

Rentang waktu 42 tahun bukan lorong pendek.  Pada lembaran sejarah Pers Indonesia, sejumlah penerbitan koran jatuh-bangun dan banyak pula yang jatuh tak bangun-bangun lagi lantaran kehilangan atau tak mampu meraih kepercayaan publik.

Berbekal pengalaman dan kesadaran  atas kekurangan di sana-sini terus, ke depan Pos Kota terus berupaya memperkokoh jati diri berpedoman pada Undang-Undang Pers. Menjauhi kepunahan,  maka nasehat dari pertemuan digelar Asosiasi Suratkabar dan Penerbitan Berita Sedunia di Bali itu, menjadi semangat kita berinovasi dalam penyajian konten, penampilan fisik, sistem penyebaran koran hingga modernisasi manajemen.

Masih dalam rangkaian HUT ke-42, tiada kata yang pas untuk melukiskan kebahagiaan ini, kecuali ucapan terima kasih kepada pembaca atas kepercayaannya kepada Pos Kota sebagai media warga Jakarta dan sekitarnya. ***