Saturday, 21 September 2019

APBD Tangsel Hanya Terserap 80,14 Persen

Rabu, 18 April 2012 — 23:34 WIB
Tax Time

SETU  (Pos Kota) – Kegiatan penyerapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tahun 2011 hanya terserap sekitar 84,14 persen atau sekitar Rp 1,289 trilyun dari total Rp 1,532 trilyun akibat banyaknya proyek infrastruktur yang beres dituntaskan.

“Yang jelas ada sisa sekitar Rp 243,004 milyar dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Slipa) akibat ratusan program kegiatan tak jalan,” kata Sekodya Kota Tangsel Dudung E Diredja, Rabu (18/4).

Data yang ada kegiatan yang kurang terserap kebanyakan dalam kegiatan lingkungan hidup dari 11 program dan 40 kegiatan dengan nilai Rp 50,756 milyar hanya terserap 75,03 persen atau Rp 8,084 milyar, Pekerjaan Umum dari 17 program dan 44 kegiatan nilai Rp 216,844 milyar yang terpakai hanya 85,56 persen atau Rp 185,521 milyar.

Untuk urusan otonomi daerah, pemerintahan umum, administrasi keuangan daerah, perangkat daerah, kepegawaian dan persandian dengan anggaran Rp 79,491 milyar untuk 24 program dan 130 kegiatan realisasinya hanya Rp 60,013 milyar atau 75,50 persen.

Menurut Dudung E. Diredja, kurang maksimalnya penyerapan anggaran karena lambatnya proses tender sejumlah proyek akibatnya banyak pembangunan tak selesai tepat waktu. Padahal dana itu merupakan biaya langsung untuk pembangunan wilayah.

“Dana itu kebanyakan dialokasikan untuk perbaikan jalan, pembangunan gedung, pembebasan lahan dan kegiatan pembangunan lainnya,” tuturnya.

Dana yang tak terserap tentunya akan dikembalikan lagi ke Kas Daerah sebagai Silpa (Sisa lebih perhitungan anggaran), imbuhnya yang mengaku masalah itu lebih kepersoalan kurang matangnya perencanaan awal kedinasan dan tidak focus menjalankan program yang sudah dibahas bersama DPRD setempat.

“Untuk anggaran tahun 2012 ini diharapkan lebih dipercepat turunnya sehingga tak mengganggu djawal pembangunan yang sudah ditetapkan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD setempat Ruhamaben, hanya menjelaskan seluruh anggota DPRD masih menunggu hasil laporan dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

“Yang jelas kita masih menunggu hasil laporan BPK yang diperkirakan Juni 2012 ini sudah ada dan untuk angka Silpa tidak jauh beda dengan laporan Pemkot Tangsel,” ujarnya. (anton/dms)