Thursday, 23 May 2019

Jenazah Sudomo Dimakamkan di TMPN Kalibata, Besok

Rabu, 18 April 2012 — 16:40 WIB
sudomo-sub

JAKARTA (Pos Kota) – Mantan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) era tahun 1969-1973 Laksamana TNI (Purn) Sudomo meninggal dunia, Rabu (18/4) pukul 10.05 wib di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan karena sakit. Laksamana TNI (Purn) Sudomo dirawat di RS. Pondok Indah sejak Sabtu       14 April 2012  akibat adanya pendarahan di otak.

Almarhum Sudomo yang juga mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI  pada tahun 1988 hingga 1993 itu direncanakan akan dimakamkan  besok, Kamis, 19 April 2012, di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata Jakarta dengan suatu upacara militer.

Almarhum Soedomo dilahirkan di kota apel, Malang, Jawa Timur, pada tanggal 20 September 1926 dan merupakan anak pertama dari lima bersaudara pasangan Almarhum Martomihardjo dan Almarhumah Soleha.

Pendidikan umum yang pernah dilaluinya yaitu sekolah HIS di Probolinggo dan lulus pada tahun 1939. Selanjutnya pendidikan di MULO di kota yang sama. Kemudian  sekolah di SMP di Malang hingga lulus tahun 1943. Selanjutnya dikarenakan tertarik pada dunia pelayaran, memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di Sekolah Pelayaran Tinggi (SPT) di kota Cilacap, Jawa Tengah.
Karier Militer Soedomo diawali dengan mengikuti Pendidikan Perwira Special Operation di Sarangan tahun 1948, kemudian memperdalam pengetahuan kemiliterannya dengan mengikuti pendidikan di negeri kincir angin, tepatnya di Artilleris School, Den Helder, Belanda. Selanjutnya mengenyam pendidikan berupa Kursus Komandan Kapal Destroyer di Gdynia, Polandia dan menamatkannya pada tahun 1958.

Pendidikan Lemhannas tahun 1965, Sekolah Para Komando KKO tahun 1966, serta Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) tahun 1968.

Riwayat jabatan yang pernah dijalaninya adalah Guru Sekolah Pelayaran (1944), Perwira Logistik Batalyon III Pangkalan IX ALRI Pasuruan (1945), Komandan Training Centre Angkatan Laut Aceh (1949), Perwira I Korvet RI Banteng (1950), Komandan kapal patroli RI Flores (1951), Perwira I Destroyer RI Gadjah Mada (1953), Komandan Destroyer RI Sarwadjala (1959), Kepala Direktorat Operasi dan Latihan Mabes TNI AL (1960), Komandan Satuan Tugas MTB Pertempuran Laut Arafuru (1961), Panglima Angkatan Laut Mandala Pembebasan Irian Barat (1962).

Pembantu Menteri Perhubungan Laut Urusan Operasi (1964), Inpektur Jenderal Angkatan Laut (1966), Panglima Kawasan Maritim Tengah (1968), Kepala Staf Angkatan Laut (1969-1973), Panglima Komando Pengendalian Keamanan dan Ketertiban/Pangkopkamtib (1978-1983), anggota MRR RI, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI (1983-1988), Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI (1988-1993), Ketua Dewan Pertimbangan Agung/DPA (1993-1998).

Sebagai seorang perwira TNI Angkatan Laut, beberapa operasi militer pernah dilaksanakannya sebagai seorang pemimpin, diantaranya adalah Pertempuran Laut Arafuru dalam rangka pembebasan Irian Barat (Papua) yang juga menjadi kesuksesannya dalam bidang militer.

Atas jasa-jasa dan pengabdiannya kepada negara, Laksamana TNI (Purn) Soedomo memiliki lebih dari 30 bintang dan tanda jasa dari berbagai negara, diantaranya Bintang Sakti, Bintang Dharma, Bintang Gerilya, Bintang Jalasena Utama, Bintang Kartika Eka Paksi Utama,  Bintang Swabuana Paksa,  Bintang Bhayangkara, Bintang Penghargaan negara Malaysia, Bintang Perhargaan negara Thailand, Bintang Penghargaan negara Belanda, Satya Lencana GOM I, GOM III, GOM IV, GOM V, dan GOM VII, Satya Lencana Perang Kemerdekan I, serta Satya Lencana Perang Kemerdekaan II.

Almarhum Laksamana TNI (Purn) Soedomo meninggalkan empat orang anak.

(dispenal/sir)