Sunday, 17 February 2019

Mabok Mana Bisa Selingkuh?

Rabu, 18 April 2012 — 10:37 WIB
dia-18

FITNAH lebih kejam dari pembunuhan, begitu kata pepatah. Tapi demi bisa bercerai dengan istrinya, Herman, 38, enteng saja memfitnah bahwa Sekdes Rosman, 46, berselingkuh dengan istrinya. Tentu saja Pak Sekdes mencak-mencak, “Orang sedang mabuk bagaimana bisa selingkuh?” ujarnya sewot.

Perempuan mau menikah dengan lelaki tua, biasanya karena motif ekonomi. Biar lelaki itu jelek, sudah TOP (Tua, Ompong, Peot), asal banyak duitnya, laku juga di pasaran. Soalnya, wanita sebagai calon istrinya berprinsip: makin cepat mati makin bagus, karena bisa segera mengeruk harta warisannya. Jadi janda muda nggak apa-apa, tapi kan banyak harta.

Maka ketika Risnauli, 22, mau menikah dengan lelaki usia 38 tahun bernama Herman, keluarga si lelaki mencurigai wanita itu hanya berharap hartanya saja. Sebab meski jauh lebih tua, Herman ini memang punya harta lumayan banyak, setidaknya jika dihitung dari warisan orangtuanya.

Celakanya, kecurigaan semacam itu kini menjalar pada Herman juga. Maka setelah punya dua anak, dan dia sendiri mulai jenuh dengan “kendaraan”-nya yang itu-itu juga, diam-diam dia ingin menceraikan istrinya. Tapi bagaimana caranya melepaskan? Ngak di Jawa nggak di Pulau Sumatra, lembaga peradilan agama tak mudah menceraikan istri hanya dengan alasan bosan atau takut menguasai harta.

Risnauli selama ini usaha jualan parlapo (warung) tuak di Nagori Sigodang, Medan (Sumut). Herman yang juga demen minum tuak, mencona melancarkan “misi”-nya dengan mendekati Sekdes Rosman yang suka minum di kedai istrinya. Seperti yang terjadi beberapa hari lalu, sengaja Pak Sekdes itu ditemani minum, dan ditambah terus gelasnya, sehingga benar-benar Rosman mabuk tak ingat apa-apa.

Celakanya, saat pulang Herman mengumbar cerita bahwa Sekdes semalaman tak pulang karena asyik selingkuh dengan istrinya, Risnauli. Kabar ini terus dihembuskan, sehingga sampai terdengar pada Pak Sekdes itu sendiri. Tentu saja kabar miring ini bikin Rosman mencak-mencak. “Bagaimana saya bisa selingkuh, wong saya benar-benar mabok…..,” ujarnya menangis berita miring itu.

Pak Sekdes kini sadar bahwa kejadian minum tuak di warungnya Risnali, ternyata sebuah rekayasa oleh Herman. Pantesan dia ngejogi terus tuak dalam gelasnya, karena memang ada maunya. Maka demi menyelamatkan harga diri, sekaligus kariernya sebagai pamong,  Rosman akan melaporkan Herman kepada polisi. Langkah serupa juga akan dilakukan oleh Risnauli istri sendiri, karena dia tak mau rumahtangganya dihancurkan hanya karena urusan warisan.

Herman banyak akal, gara-gara mau ganti kendaraan. (SP/Gunarso TS)

  • Jahat

    Ajegileee

    wkkwkw

  • teguh

    di kebiri ja pak…he he he…