Saturday, 25 May 2019

Soal Larangan Merokok, Mahfud MD Tepis MK Tidak Konsisten

Rabu, 18 April 2012 — 22:20 WIB
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.(Ist)

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.(Ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menepis
tudingan institusinya tidak konsisten dalam memutuskan soal rokok atau
tembakau, sebab peraturan tentang rokok harus dibedakan secara tegas
antara yang dilrang dan yang tidak.

“Merokok juga adalah hak setiap orang,” kata Mahfud MD menanggapi
pro-kontra tentang putusan MK yang meminta disediakan tempat khusus
rokok seusai acara Gathering Paguyuban Mediasi di Ruang Paseo Lantai
39, Plasa BII Tower 2, Jln MH Thamrin, Jakarta, Rabu (18/4).

Mahfud mengingatkan rokok itu memang berbahaya, tapi merokok itu tidak
dilarang. “Karena ada dua yang berbeda, tentu masyarakat harus
menyikapi dengan hati-hati. Dalam artian, kalau memang mau merokok ya
harus sadar, sebab tidak ada larangan untuk merokok itu sendiri.”

Sehari sebelumnya, MK telah menghapus kata dapat dalam butir
penjelasan pada pasal 115 ayat 1 UU Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009.
Dengan begitu, penjelasan pasal tersebut menjadi khusus bagi tempat
kerja, tempat umum, dan tempat lainnya menyediakan tempat khusus untuk
merokok.

Sebagai tindak lanjut dari itu, Pemprov DKI Jakarta menerbitkan
Peraturan Gubernur DKI Nomor 88 Tahun 2010 tentang Kawasan Larangan
Merokok. Dan kemudian, Pemprov melakukan razia tempat-tempat umum yang masih menyediakan ruangan merokok. (ahi/dms)