Thursday, 19 September 2019

Waspadai Kebakaran, Pasang Smart Alarm

Rabu, 18 April 2012 — 21:54 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Pemprov DKI Jakarta terus mewaspadai bahaya kebakaran dengan memasang smart alarm di tiap RW serta akan mengoperasikan  pemadam sementara dengan pasukan motor.

Smart alarm saat ini sudah terpasang di 3.033 lokasi. Sedangkan pemadam menggunakan motor  dikerahkan sekitar Oktober 2012 ini.

Hal tersebut dilakukan mengingat sepanjang tahun 2012 ini sudah terjadi  139 peristiwa  yang mengakibatkan  dua warga tewas dan 24 luka-luka serta  sebanyak 1.141 keluarga kehilangan tempat tinggal.

Paimin Napitupulu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penaggulangan  bencana DKI Jakarta, kemarin, mengatakan pihaknya terus berupaya menekan angka kebakaran dengan berbagi program.

Selain itu, kesadaran warga juga harus ditingkatkan. Apalagi, sebagian besar kebakaran dipicu korsleting  listrik.

“Mengacu data kebakaran sepanjang tahun ini, seharusnya warga lebih berhati-hati dan memperhatikan instalasi listrik di rumah masing-masing. Seperti sambungan menumpuk atau kabelnya sudah tua karena itu akan menimbulkan korsleting listrik sehingga terjadi kebakaran,” katanya.

Dari 139 kasus kebakaran tersebut, Jakarta Selatan menduduki peringkat pertama kasus kebakaran terbanyak dengan 37 kasus.

Kemudian Jakarta Utara 29 kasus kebakaran, Jakarta Timur 27 kasus, Jakarta Barat 27 kasus, dan Jakarta Pusat 19 kasus.

Sedangkan penyebab kebakaran masih didominasi hubungan pendek arus listrik (korsleting listrik) sebanyak 107 kasus. Disusul akibat kompor meledak sebanyak 16 kasus, rokok dua kasus, serta 14 karena lain-lain.

Paimin mengatakan, kejadian kebakaran paling banyak terjadi malam hari yakni sebanyak 41 kasus dan dinihari sebanyak 34 kasus. Sedangkan di waktu pagi dan siang hari masing-masing 32 kasus.

PERCEPAT WAKTU TEMPUH

Pamimin menjelaskan smart alarm tersebut berfungsi untuk  mempercepat waktu tempuh tim pemadam ke lokasi kejadian. “Kita sudah pasang di lima wilayah.”

Jakarta Pusat telah terpasang 575 smart alarm, Jakarta Utara sebanyak 594 dan 648 terpasang di wilayah Jakarta Barat. Kemudian 636 smart alarm terpasang di Jakarta Selatan dan 580 smart alarm terpasang di Jakarta Timur.

“Agar petugas bisa cepat sampai ke lokasi kebakaran, kami berikan smart alarm di setiap rumah ketua RW. Begitu terjadi kebakaran di wilayahnya, Ketua RW menekan tombol yang terhubung dengan kantor damkar terdekat,” kata Paimin.

Upaya pemprov tersebut mendapat apresiasi Badan Penanggulangan  Bencana Nasional. “Pemprov DKI sudah memiliki standar operasional yang baik untuk mengatasi kebakaran dan banjir,”kata Sugeng Triutomo, Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (john/dms)