Wednesday, 13 December 2017

Pekerja Asal China di Karawang Dideportasi

Jumat, 20 April 2012 — 23:44 WIB
Imigrasi Baru

KARAWANG (Pos Kota) – Sebanyak 14 warga Guang Zho Negara, China yang sedang bekerja di pabrik pengolahan logam PT Karawang Prima Sejahtera Stell (KPPS) Desa Amansari Kecamatan Pangkalan, Karawang, Jawa Barat, dideportasi (dipulangkan secara paksa), petugas Kantor Imigrasi Karawang, Sabtu (21/4).

Kantor Imigrasi Karawang, mendeportasi mereka, karena mereka telah menyalahgunakan izin keimigrasian yang diatur dalam Undang-undang (UU), No.6 tahun 2011, Pasal 122 huruf a.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan (Wasdakim) Kantor Imigrasi Karawang, M. Tito Adrianto, Jumat (20/4) siang mengungkapkan,  mereka akan dipulangkan, melalui Bandara Soekarno-Hatta dengan menggunakan pesawat Garuda dan Cina Airlines, Sabtu (21/4).

Tito, mengatakan, pihaknya terpaksa memulangkan para pekerja asing asal Cina itu karena mereka tidak mengantongi izin untuk bekerja. Visa yang mereka miliki, hanya untuk kunjungan pelatihan kerja, bukan untuk menetap.

Dikatakan juga, pelanggaran mereka lakukan bahkan Rabu (18/4) mereka tertangkap langsung oleh petugas kantor imigrasi melakukan inspeksi ke PT KPSS. “Mereka kedapatan sedang berada di lingkungan pabrik, bukan di tempat latihan kerja,” ujar Tito.

Tito, mengaku sudah memberi peringatan kepada para WNA itu agar mengurus izin sesuai peraturan perundang-udangan yang berlaku jika ingin kembali lagi ke Indonesia. Peringatan serupa disampaikan juga kepada pihak PT KPSS yang dicurigai kerap mendatangkan warga Cina untuk bekerja di pabrik tersebut.

Pihak perusahaan, lanjut Tito, haru mengantongi surat Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebelum mendatangkan para pekarja asing.

”PT KPPS berdalih telah mengajukan RPTKA namun hingga kini belum juga terbit. Akhirnya mereka nakad mendatangkan warga China dengan hanya mengggunakaan izin kunjungan kerja,” kata Tito.
Warga Negara China tersebut akan diberangkatkan dari mess PT KPSS dengan pegawalan ketat pihak imigrasi hingga ke Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu pagi ini. Setelah berada di bandara pasport mereka baru akan diserahkan kepada pemiliknya masing-masing.

Itu dilakukan agar mereka itu benar-benar pulang ke negaranya, bukan malah pindah ke tempat lain yang masih berada di wilayah Indonesia. “Kami ingin menegakan aturan dan hal ini hendaknya dipatuhi oleh semua pihak termasuk WNA,” kata Tito.

Dikatakan juga, guna mencegah hal semacam itu terulang lagi, pihaknya bakal mengintensifkan pemeriksaan ke pabrik-pabrik milik asing. “Kami juga sangat membutuhkan informasi dari masyarakat tentang keberadaan WNA yang dicurigai berada di Indonesia tanpa memenuhi prosedur.

Upaya pengawasan ke industri-industri milik asing kurang efektif karena keterbatasan pegawai di Kantor Imigrasi ini,” kata Tito. (nourkinan/dms)