Selasa, 24 April 2012 15:53:36 WIB

Wakasal Resmikan Monumen Jangkar di Tanjung Pinang

wakasal-sub

JAKARTA (Pos Kota) -Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya (Laksdya) TNI  Marsetio, MM., meresmikan Monumen Jangkar, di Markas Komando (Mako) Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjung Pinang, Jalan Yos Soedarso No. 1 Batu Hitam  Tanjung Pinang.

Peresmian Monumen Jangkar  tersebut dilaksanakan oleh Wakasal Laksdya TNI Marsetio, MM., usai acara seminar tentang Maritim Nasional “Strategi Membangun  Negara Maritim Pulau Terdepan Beranda Negara Maritim” di Asrama Haji Tanjung Pinang. Wakasal selaku Keynote  Speakers, sekaligus membuka acara seminar tersebut dan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama (Laksma) TNI Untung Suropati sebagai Narasumber.

Dalam sambutannya Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno yang dibacakan Wakasal mengatakan, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dan pernah mengalami masa kejayaan bahari pada abad VIII sampai dengan abad  XVII. Pada masa itu banyak kerajaan di nusantara memilki pengaruh kuat  di kawasan salah satu di antaranya adalah kerajaan melayu, yang mana kerajaan tersebut memiliki pelaut-pelaut  yang handal, bagi TNI Angkatan Laut yang sehari-hari merasakan nuansa kebaharian, semangat kemaritiman akan selalu tertanam di dada setiap insan prajurit Matra Laut.  Kondisi tersebut dimana masyarakat sudah menjadikan momentum untuk selalu menggelorakan semangat kesadaran akan lingkungan maritim demi kejayaan bangsa dan negara tercinta.

Menyadari hal tersebut, keberadaan Monumen  Jangkar tersebut sangatlah tepat sebagai suatu simbol historis yang dapat mendukung semangat kesadaran maritim. Adapun tujuan pembangunan Monumen Jangkar tersebut adalah; sebagai tanda kebangkitan jiwa bahari bangsa Indonesia, dimana Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara kepualaun terbesar di dunia;  sebagai implementasi semangat baru TNI Angkatan Laut dalam rangka  menjaga dan mempertahankan wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di Laut; sebagai salah satu cermin  kepemimpinan bahari yang memiliki karakter kuat di tengah gelombang kehidupan dan untuk melengkapi bangunan monumental di kota Tanjung Pinang dan diharapkan dapat menambah keindahan kota Tanjung Pinang  yang bersih, hijau dan berseri.

Pada kesempatan tersebut juga, Komandan Lantamal IV Tanjung Pinang Laksamana Pertama (Laksma) TNI Darwanto, S.H., M.AP mengatakan bahwa,  Monumen Jangkar  tersebut dibangun sesuai dengan bentuk aslinya dari jenis jangkar “Baldt Stockless Anchor” dengan tinggi bangunan  580 cm, lebar 263 cm dan  berat 5,8 ton.

Pembangunan monument  tersebut atas adalah ide Laksamana Pertama (Laksma) TNI Darwanto, S.H., M.AP dan Kolonel (Mar) Rudy Andi Hamzah dengan tujuan untuk; menggugah dan meningkatkan kembali jiwa dan semangat bahari bangsa Indonesia yang mana Indonesia pernah mengalami kejayaan bahari di masa lampau;  menyadarkan kembali bangsa Indonesia bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia; mengobarkan semangat bangsa dan prajurit  TNI  Angkatan Laut  dalam menjaga keamanan dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di laut dan memberi contoh bahwa kesatuan antara jangkar dan rantai menggambarkan hubungan  yang  kokoh antara prajurit TNI Angkatan Laut dan rakyat dalam mempertahankan stabilitas keamanan nasional.

Turut  hadir pada acara tersebut Komandan Gugus Keamanan Laut Komando Armada RI Kawasan Barat (Danguskamlaarmabar) Laksamana Pertama (Laksma) TNI Pranyoto, S.Pi,  Kapolda Kepri Brigjen Yotje Mended, Gubernur Kepulauan Riau H.M. Drs. Sani,  serta  FKPD lainnya.

Kepala Dispenarmabar
Agus Cahyono
Letkol Laut (KH) NRP. 10881/P

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.