Tuesday, 13 November 2018

Malu Tak Bisa Belikan Anak Sepeda,Maujud Pilih Bunuh Diri

Rabu, 25 April 2012 — 14:52 WIB
Gantung Diri BW

SURABAYA(Pos Kota )- Tekanan ekonomi sangat berat dirasakan, Maujud,40, warga Dukuh Ngingas RT 15 nomor 45, Desa Ngingas, Kec. Waru, Sidoarjo. Akibatnya, dia nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di samping kamar dekat dapur rumah korban.

Korban ditemukan pertama kali oleh Sunarti, isterinya, usai selesei mengaji di rumahnya. Tubuh korban tergantung dengan tali tampar hijau yang diikatkan di kayu yang melintang antara kamar dengan dapur.

Kapolsek Waru, Kompol Harry P mengatakan, sebelum kejadian, korban sempat sholat berjamaah dengan isterinya. Setelahnya, suaminya keluar dari musholla rumah, isterinya tetap mengaji di dalam.

Begitu isterinya keluar selesai mengaji, kondisi korban sudah ditemukan menggantung. Isteri korban kaget dan meminta tolong kepada Sumantri, adiknya, untuk menurunkan.

“Saat diturunkan, kondisi korban sudah tak bernyawa,” ucapnya sambil menirukan pengakuan saksi Sumarti, Rabu (25/4).

Dari keterangan saksi Sunarti, lanjutnya, sebelumnya keluarga ini juga tidak mengalami mempunyai masalah apa pun. Hubungan keluarganya juga baik-baik saja. Hanya saja, isteri korban menyatakan, pernah disambati anaknya untuk minta dibelikan sepeda pancal, namun belum kesampaian.

“Kami belum bisa menuruti kemauan anak, karena belum ada rejeki yang cukup,” lanjut Harry menirukan Sunarti.

Dari hasil penyelidikan, tambah Harry, kasus ini murni karena tekanan ekonomi. Belum ditemukan motif lain dalam kasus ini. “Ini murni gantung diri,” tegas Harry.

Menurut keterangan yang lain, anak korban merasa iri karena cucu yang satunya dibelikan sepeda pancal oleh kakeknya, sedangkan anak korban tidak dibelikan.

Mungkin merasa tidak bisa menuruti keinginan anak dan kakeknya tidak perhatian, akhirnya korban nekat bunuh diri.(nurqomar/dms)