Saturday, 17 November 2018

Ramayana Raih PATA Gold Award 2012

Rabu, 25 April 2012 — 20:22 WIB
PATA Award 2012

JAKARTA (Pos Kota) –  Ramayana Prambanan Ballet  meraih “PATA Gold Award 2012″ dalam kategori “Warisan Kebudayaan” setelah mengalahkan 180 konstestan dari 79 negara dalam acara “PATA Annual Report Conference”  di Kuala Lumpur, Malaysia pada 21 April 2012.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wiendu Nuryanti langsung mengucapkan selamat atas penghargaan yang diterima Ramayana  Prambanan Ballet.

Baginya, penghargaan tersebut sebagai semangat untuk menggali budaya Indonesia lainnya dan   dapat menjadi inspirasi bagi komunitas seni yang lain.

“Kita memiliki aset kebudayaan yang luar biasa, diakui UNESCO.  Salah satunya kawasan wisata Borobudur, Prambanan. Ramayana ini dikelola secara baik sehingga bertahan sampai sekarang yang sudah  51 tahun. Sebagai tradisi yang bisa survive. Ini langka, ” jelas Wiendu saat menerima penghargaan tersebut  yang  diserahkan PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Rau Boko (TWCBPRB) selaku pembina dan penyelanggara Balet Ramayana kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di kantor Kemendikbud, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta, Rabu (25/4).

Diakui Wiendu bahwa  Sendratari Ramayana oleh ‘PATA Gold world’,  membuktikan bahwa Indonesia mempunyai potensi budaya yang luar biasa. Setidaknya, dapat memacu Sendratari Ramayana  yang  sudah eksis sejak  51 tahun silam tetap memiliki kwalitas.

Menurut Wiendu, jika sebuah seni tari bisa eksis ke depannya, maka senimannya harus bisa menciptakan tari baru. Sehingga katanya, seni tari itu bisa terus berkembang.

“Kalau tidak berkembang atau kreografer tidak menciptakan tari baru maka seni tari bisa mati. Bisa saja ide tarinya soal batik. Atau juga bercerita tentang Taman Sari di Yogyakarta dan bayak yang lainnya,” katanya.

Sendratari Ramayana Prambanan merupakan sebuah visualisasi mengagumkan dari epos legendaris “Ramayana” karya Walmiki yang ditulis dalam bahasa Sanskerta.

Pementasan cantik ini menyatukan ragam kesenian Jawa berupa tari, drama dan musik dalam satu panggung. Penonoton diajak menikmati cerita dalam rangkaian gerak tari khas Jawa yang diiringi musik gamelan.

Sendratari Ramayana sendiri sudah dipentaskan selama 51 tahun dimana yang pertama kali pada 28 Juli 1961 digagas Letjen TNI (purn) GPH Djati Kusumo. Pertama dipentaskan di panggung terbuka sebelah selatan Candi Prambanan dengan tujuan untuk menjadi daya tarik wisatawan.

Saat itu Presiden Soekarno memberi pesan melalui sebuah prasasti bahwa Balet Ramayana Prambanan adalah satu percobaan untuk membawa seni pentas Indonesia ke taraf yang lebih tinggi. Perkembangan berikutnya pada masa 1989 Presiden Soeharto (tahun 1989) diresmikan Panggung Utama untuk pementasan Sendratari Ramayana dengan latar belakang Candi Prambanan.

Kisah Ramayana sendiri terpahat pada Candi Prambanan yang bercorak Hindu mirip dengan cerita aslinya dalam tradisi lisan di India.

Ceritanya menarik dan panjang tersebut dirangkum dalam empat babak dalam Sendratari Ramayana Prambanan, yaitu: penculikan Sinta, misi Anoman ke Alengka, kematian Rahwana, dan pertemuan kembali antara Rama dan Sinta. Di dalamnya tidak ada dialog yang terucap dari penarinya, hanya tembang lagu-lagu dalam bahasa Jawa yang terdengar dari sinden untuk menggambarkan jalannya cerita.

Selain itu, ada pula atraksi permainan bola api dan kelincahan penari berakrobat dalam beberapa adegan yang menegangkan. (Rizal/dms)

Saifuddin Ismailji dari Travel Photojurnalist-Consultan memang penghargaan dari PATA (rizal