Tuesday, 17 September 2019

30 Persen Suami-Istri di Purwakarta Belum Miliki Surat Nikah

Jumat, 27 April 2012 — 18:36 WIB
pho274

PURWAKARTA (Pos Kota) – Sebanyak 149 pasangan suami istri di Kab Purwakarta, Jawa Barat, mengikuti isbat nikah secara massal bertempat di Kantor Desa Linggamukti, Kec Darangdan, Purwakarta, Jumat (27/4).

Isbat massal ini terselenggara atas kerjasama Pemkab Purwakarta dan Pengadilan Negeri Agama untuk membantu pasangan nikah yang belum memiliki surat nikah karena ketiadaan biaya.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang menyaksikan nikah massal itu menjelaskan, pasangan nikah di Kab Purwakarta yang belum memiliki surat nikah berjumlah 30 persen dari 295.000 pasangan nikah se-Purwakarta. Pihaknya mengalokasikan Rp 1,8 miliar untuk membantu pasangan nikah yang belum memperoleh surat nikah.

” Secara hukum agama pernikahan mereka sudah sah. Akan tetapi secara negara belum karena belum mengantongi surat nikah. Dengan cara disidang isbat kan begini dipandu petugas pengadilan agama,pasangan nikah ini akan memiliki surat nikah” jelasnya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Agus Rachlan menambahkan, masyarakat perlu melengkapi administrasi kependudukannya salah satunya surat nikah. Pasalnya, di dalam persyaratan pembuatan kartu keluarga (KK) salah satunya harus melampirkan buku nikah.

“Pasangan yang belum memiliki buku nikah kendati secara agama pernikahannya itu sah harus melengkapinya guna memenuhi persyaratan sesuai aturan, maka pemerintah daerah Purwakarta mencanangkan isbat nikah massal bagi pasangan yang belum memiliki buku nikah,” ujarnya.

Agus mengakui,seiring dengan digulirkannya program isbat nikah massal, pihaknya kewalahan melayani permohonan pasangan yang ingin diisbat nikahkan. “Sekarang ini lebih dari 2000 pasangan yang ingin diisbat nikahkan,”ungkapnya.

Lebih jauh Agus menjelaskan, legalitas pernikahan itu penting untuk masa depan anak-anaknya dalam mengurusi berbagai bidang terutama memudahkan dalam mendapatkan pekerjaan formal.

Kel Nurhayati dan suaminya, mengaku bersyukur bisa mengikuti isbat nikah massal. Mereka berterima kasih ke Pemkab Purwakarta yang memprakarsai kegiatan tersebut. ” Kami memiliki 3 anak yang selama ini belum memiliki akta lahir dan KK. Pernikahan kami 22 tahun lalu memang cuma diselenggarakan secara agama dan tak memiliki surat nikah. Terasanya memang sekarang saat butuh surat KK atau akta lahir anak, kami tak bisa membuat karena harus ada surat nikah. Sekarang kami lega,” kata Nurhayati, 52. (dadan)

Teks : Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi (tengah) menyaksikan kegiatan isbat nikah massal bertempat di Kantor Desa Linggasari Kec Darangdan, Purwakarta, Jumat (27/4). (dadan)