Jumat, 27 April 2012 — 8:44 WIB

Anggota Dewan Porno

“KAU sudah nonton video porno anggota Dewan Perwakilan Rakyat?” tanya seseorang yang baru masuk ke warung Mas Wargo sambil menepuk bahu Dul Karung yang baru mau menyeruput teh panasnya.

“Apa barang kayak gitu harus ditonton?” jawab Dul Karung sambil menatap si penanya dan mengurungkan niatnya minum teh.
“Menurut aku tidak ada salahnya. Kita perlu tahu juga bagaimana anggota lembaga yang terhormat beraksi dalam film biru. Kalau artis porno beraksi seperti itu tahulah kita karena itu memang profesinya. Kalau mahasiswi terjerumus dalam video seperti itu karena dia terdesak kebutuhan uang. Tetapi kalau anggota parlemen melakukan hal itu, kan sulit menerkanya.

Pasti bukan karena terdesak kebutuhan uang, karena gaji dan fasilitas mereka cukup. Kalau moralnya bejat, apa iya? Mereka kan boleh dibilang makhluk pilihan. Tak sembarang orang bisa menjadi anggota DPR. Apalagi sekarang? Untuk menjadi calon anggota DPR saja orang harus mengeluarkan banyak uang.

Yang lazim diketahui masyarakat, orang mau melakukan, atau mau beraksi porno karena mencari uang. Nah, kalau yang terhormat anggota DPR melakukan semua itu karena apa?” tanggap orang yang duduk selang tiga orang di kanan Dul Karung.

“Karena edan!” kata Mas Wargo ketus.

“Masak iya orang edan bisa menjadi anggota DPR?” sanggah orang yang tadi menepuk bahu Dul Karung.

“Orang gila memang tidak bisa menjadi anggota DPR, tapi anggota DPR bisa menjadi edan. Buktinya banyak yang korupsi, menerima suap atau menyuap, dan macam-macam perbuatan yang berakhir di penjara. Nah, semua itu kan bukan perilaku orang yang waras, apalagi terhormat,” kata Mas Wargo lagi dengan suara geram yang maksimal.

“Sudah, sudah, sudah. Jangan terlalu banyak berkomentar, bisa terjerumus menjadi fitnah,” potong Dul Karung dengan kalimat sok arif.

“Kan pihak petinggi DPR sudah menyatakan akan mengusut masalah itu,” sambung Dul Karung sambil mengunyah singkong goreng yang baru dicaploknya.

“Wah, kalau urusan mengusut-usut dan meraba-raba aku juga mau,” kata Mas Wargo lagi masih dengan nada geram. Tapi kali ini orang-orang merespons dengan senyuman dan gelak tawa.

“Mengusut-usut dan meraba-raba itu biasanya pekerjaan orang buta Mas,” komentar orang yang duduk di kiri Dul Karung.
“Kita semua kan memang buta terhadap gituan anggota DPR,” sambar Dul Karung seraya meninggalkan warung tanpa membayar lagi apa yang dimakan dan diminumnya.

(syahsr@gmail.com )

  • jahh

    sy pernah dengar orang dayak ya spt itulah. sudah menganggapnya biasa saja termasuk selingkuh.


Induk

Selasa, 26 Mei 2015 — 5:42 WIB
Keamanan Pangan Dalam Bahaya
Senin, 25 Mei 2015 — 1:27 WIB
Waspadai Kejahatan Jalanan
Sabtu, 23 Mei 2015 — 5:38 WIB
Pansel Capim KPK Harus Berani Tolak Titipan
Jumat, 22 Mei 2015 — 5:43 WIB
Menanti Kepekaan Pemerintah
Kamis, 21 Mei 2015 — 6:00 WIB
Pasar Segar di Monas

Kopi Pagi

Senin, 25 Mei 2015 — 1:29 WIB
Pameran Batu Akik
Kamis, 21 Mei 2015 — 5:59 WIB
Waspada Beras Plastik
Senin, 18 Mei 2015 — 5:55 WIB
Conditio Sine Quanon
Senin, 11 Mei 2015 — 6:09 WIB
Nama Diri
Kamis, 7 Mei 2015 — 6:07 WIB
Cetak Sawah Baru

Bang Oji

Selasa, 26 Mei 2015 — 5:41 WIB
Buang Waktu dan Energi
Selasa, 19 Mei 2015 — 6:13 WIB
Dibikin Cantik
Selasa, 12 Mei 2015 — 6:00 WIB
Apa Iya?
Selasa, 5 Mei 2015 — 5:58 WIB
Badai Apa Lagi?
Selasa, 28 April 2015 — 5:55 WIB
Cepat Diangkut

Ekonomi Rakyat

Selasa, 8 April 2014 — 2:18 WIB
Menghitung
Selasa, 18 Februari 2014 — 13:35 WIB
Irit Listrik
Rabu, 15 Januari 2014 — 9:33 WIB
Maju Dengan Tempe
Selasa, 31 Desember 2013 — 9:50 WIB
Carmat Namanya…
Jumat, 4 Oktober 2013 — 9:53 WIB
Mudik dan PKL

Dul Karung

Sabtu, 23 Mei 2015 — 5:37 WIB
Kecewa Banget
Jumat, 15 Mei 2015 — 6:07 WIB
Jadi Pemimpin itu Susah
Sabtu, 9 Mei 2015 — 5:28 WIB
Tempat Meninggal
Sabtu, 2 Mei 2015 — 6:16 WIB
Urunan dan Utang
Sabtu, 25 April 2015 — 5:59 WIB
Turun dan Naik