Sunday, 21 July 2019

Wartawan Sukabumi Demo Minta Kesejahteraan

Senin, 30 April 2012 — 19:24 WIB
Warto304

SUKABUMI (Pos Kota) – Puluhan wartawan cetak dan elektronik di Sukabumi yang tergabung dalam Sukabumi Journalist Forum (SJF) berunjukrasa memperingati Hari Buruh Internasional (May Day), Senin (30/4) siang. Mereka menuntut perusahaan media menggaji wartawannya sesuai dengan kebutuhan hidup layak.

Aksi ini berlangsung di sela-sela mereka meliput aksi demo ratusan buruh di depan Gedung Pendopo Negara Kabupaten Sukabumi. Sambil membawa spanduk bertuliskan “Jurnalis juga Buruh”, mereka melakukan aksi orasi secara bergantian.

Selain menuntut kesejahteraan wartawan, mereka juga mendesak agar perusahaan media dalam mempekerjakan orang sesuai dengan ketentuan ketenagakarjaan yang ada. Baik dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan nomor 13 tahun 2003, Keputusan Kenteri Tenagakerja (Kepmenaker) , Peraturan Pemerintah (PP) tentang ketenagakerjaan.

Ketua SJF, Fitriansyah Nachrawi menegaskan, tidak sedikit perusahaan media saat ini yang menggaji wartawannya di bawah UMK, terutama perusahaam media lokal. Padahal, wartawan juga buruh yang mempunyai hak yang sama dengan pekerja lainnya.

“Perusahaan media harus memperhatikan kesejahteraan buruh. Fenomena saat ini banyak wartawan yang digaji dibawah UMK. Ini yang harus dibenahi,” kata Fitriansyah yang juga wartawan TVRI ini.

Fitriansyah juga menyoroti perusahaan media regional maupun nasional harus memperhatikan kesejahteraan wartawan yang berstatus kontributor daerah. Sebab, status kontributor di daerah saat ini banyak yang tidak jelas.

“Wartawan juga buruh, jadi perusahaan media harus ketika merekrut seseorang bekerja mekanismenya sesuai aturan. Sehingga kejelasan status wartawan di perusahaan media sangat jelas, apakah dia karyawan atau buruh kontrak,” tuturnya.

Disebutkan Fitriansyah, gaji kontributor nasional minimal setara dengan UMK tertinggi di Indonesia yakni UMK Bekasi yang mencapai Rp2 juta. Soalnya, tugas wartawan sangat berat. Sehingga, setiap perusahaan media baik lokal maupun nasional harus memberikan kesejahteraan yang layak untuk setiap wartawannya.

“Ada juga kontributor yang sudah belasan tahun, namun kejelasan statusnya engga jelas. Apakah dia itu sudah karyawan atau bukan. Sebab, perpanjangan kontrak kan sudah jelas aturannya,” tandasnya. (sule)

Teks : Puluhan wartawan demo