Monday, 22 July 2019

Hadapi Polwan Cantik, Emosi Pendemo Mereda

Selasa, 1 Mei 2012 — 15:31 WIB
polwan15

BANDUNG (Pos Kota) – Sekitar 60 Polwan ambil alih pengamanan aksi demo kaum buruh, di halaman Gedung Sate Bandung, Selasa. Sementara anggota polisi laki laki (polki) diparkir. Meski yang dihadapi kaum pendemo mayoritas pria tapi anggota Polwan yang memagar gerbang Gedung Sate tetap berdiri tegak di hadapan massa.

“ Banyak polwan yang cantik kami jadi malu demo di hadapan mereka. Cantik sih..,“ kata Wawan seorang buruh.

Puluhan anggota Polwan yang mengamankan massa ternyata berhasil meredakan amarah kaum pendemo. Tak sedikit dari mereka enggan berteriak teriak lantaran dihadapi para Polwan.

“ Emosi kami jadi buyar setelah ditatap Polwan. Kami tak ada gairah untuk marah apalagi niatan bentrok fisik. Wah, kalau bentrok fisik celaka, nanti bisa ditangkap karena pelecehan,“ kata Wawan lagi sambil tersenyum.

Dosen Psikoligi UIN SGD Bandung, Elly Marlina, menegaskan, pengamanan May Day yang menurunkan anggota Polwan merupakan rumus jitu yang dilakukan kepolisian. Menurutnya, jika pengamanan diambilalih perempuan kaum lelaki akan mengalami penurunan secara psikologi.

“ Pendemo tak akan berani macam-macam lantaran yang dihadapi perempuan. Jadi emosi mereka akan cepat mereda,“ ujarnya.

Di sisi lain, kata Elly, dengan adanya pengamanan dengan menurunkan Polwan sudah bisa dipastikan tak akan mengalami kekerasan atau bentrokan. Berbeda dengan polisi pria, indikator bentrokan akan terjadi lantaran emosi kedua belah pihak akan mudah terpancing.

“ Secara psikologi pengamanan dengan menurunkan polwan akan mampu merubah psikologi pendemo. Hanya, polisi laki laki (Polki) harus tetap dipasang walau di lapis kedua,“ pungkasnya.

Dalam May Day Selasa, Polrestabes Bandung menurunkan 2 pleton Polwan. Mereka membuat pagar betis meski make upnya mulai luntur akibat tergerus keringat yang menetes di pipinya.(Dono/b)

Teks : Pendemo di Gedung Sate, Jawa Barat dijaga Polwan

  • Rakhmat S

    solusi terbaik buat para pendemo.