Nah Ini Dia

Selasa, 1 Mei 2012 09:59:21 WIB

Kebelet Mesum di Pasar

dia-1mei

ABG sekarang memang semakin nekad dan tak tahu malu. Seperti pasangan Masrudin – Asrofah ini misalnya, pasar mestinya untuk belanja, eh dijadikan arena mesum di siang hari bolong. Keruan saja ibu Asrofah, 16, pingsan demi tahu putrinya diarak massa gara-gara mesum di pasar.

Apa definisi pasar itu? Menurut teori Ilmu Ekonomi adalah: bertemunya antara pedagang dan pembeli. Tapi jika dua makhluk berlainan jenis lalu bertemu di pasar dan kemudian berbuat mesum, apa pula ini namanya? Masihkah bagian dari teori ekonomi? Wah, ini jelas sebuah “aksioma” dari sebuah dalil.

Nah, anak manusia yang merusak dalil teori ekonomi itu adalah Masrudin, 18, warga Srimanguinan Sampang (Madura). Bukan sebagai konsumen, bukan pula sebagai penjual, dia memanfaatkan kios nganggur dalam pasar untuk berbuat intim dengan kekasihnya, Asrofah. Begitu konangan tukang parkir, urusan jadi panjang. Dia diseret Satpam Pasar dan diserahkan ke Polres Sampang. “Kencing saja belum lempeng, sudah macem-macem,” kata orang, tentunya dengan bahasa Madura.

Asrofah memang bertempat tinggal di seputar Pasar Srimangunan. Dia biasa main ke bango-bango (kios terbuka) di pasar tersebut, sehingga tahu mana saja kios yang nganggur dan tak dipakai dagang. Bahkan dia juga sering mendengar bahwa sebagian kios kosong isu di malam hari suka dimanfaatkan lelaki hidung belang untuk menuntaskan birahinya dan cintanya dalam beberapa jam.

Seiring dengan pertumbuhan usia, ditambah ilmu”ekstra kurikuler” lewat internet, dia menjadi lebih cepat dewasa bila dibanding dengan usia sebenarnya. Bayangkan, dalam usia baru tiga pelita lebih sedikit, sudah punya pacar yang memperlakukannya bak gadis dewasa saja. Apa lagi si doi juga sesama ABG yang baru diasah “taji”-nya ibarat ayam jago. Maunya sicowok, Asrofah mau dipendel (dihajar dengan tajinya), mirip ayam jago aduan di medan laga.

Beberapa hari lalu, agaknya “tensi” mereka dalam tata niaga asmara dalam kondisi memuncak. Diam-diam Masrudin – Asrofah masuk ke pasar, langsung menuju sebuah kios yang nganggur. Di rasa aman terkendali, keduanya pun lalu berbuat intim bak suami istri. Krusak krusek…..tanpa henti, karena hanya beralaskan karung plastik.

Adalah seorang tukang parkir yang memergoki aksi mesum tersebut. Mendengar suasa mencurigakan di dalam kios, dia penasaran dan mengintipnya. Ya ampun, di dalam sana nampak Asrofah – Masrudin yang sangat dikenalnya, sedang ketanggungan berbuat mesum. Langsung saja dia menghubungi Satpam Pasar sambil memberi isyarat berupa gerakan kedua tangannya. “Tuh ada  anak beginian,” ujarnya.

Pak Satpam pun segera bertindak. Meski belum saatnya turun minum, “pertandingan” segera dihentikan, dan keduanya digelandang ke Pos Pasar. Orangtua wanita Asrofah, demi melihat putrinya dibawa ke polisi gara-gara berbuat mesum, langsung pingsan. Dia malu pada warga, juga malu pada diri sendiri karena merasa gagal mendidik anak. Di sekolahkan sampai SMA segala, kan agar jadi anak yang berguna, kok malah……….

Maunya jadi anak berguna, eh  malah bikin anak…..! (HS/Gunarso TS)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.