Saturday, 24 August 2019

Angkat Potensi Anak Muda

Rainkarnation Komunitas Seniman Musik Karawang

Rabu, 2 Mei 2012 — 9:48 WIB
komu-sub

NIKREUH NGEUREUYEUH… PERLAHAN NAMUN PASTI,  sebuah motto yang diangkat oleh komunitas musik REINKARNATION singkatan dari Remaja Indiependent Karawang Next Generation, yang berawal dari kesederhanaan konsep, mengangkat potensi anak muda yang berkecimpung di bidang musik, dengan mengarahkan, membina, memberikan peluang perkenalan lebih luas kepada para anggotanya tanpa membebani mereka lebih.

Sejak dicetuskan pertamakalinya oleh Bing Sanjaya, seorang anak muda asli Karawang  pada pertengahan Maret 2011, telah melahirkan sebuah bukti perkenalan karya para pelaku musik dari band dan juga solois dalam sebuah album kompilasi musik yang di beri nama sama dengan nama Komunitasnya.

Pada tanggal 29 mei 2011, album tersebut rilis dan dilaunching di Lapangan Karangpawitan Karawang dengan didukung penuh oleh Dewan Kesenian Karawang (DKK) yang kebetulan saat itu di pimpin Hj Yati Mulyati SE.,MP.

Launching album musik kompilasi REINKARNATION tersebut merupakan titik awal pergerakan meraih harapan, dengan bermodalkan tekad bulat tanpa mementingkan profit, pencetus yang merupakan pendiri terus menggali peluang untuk lebih dan lebih memperkenalkan karya para anggota (pelaku musik) dengan bentuk promosi live perform di mana–mana.
Promosinya bukan hanya di Kabupaten Karawang, di  Bekasi, di beberapa daerah di Jakarta, Bogor dan Bandung, sedangkan airplay dan talkshow di radio, live perform di televisi lokal daerah setempat dan juga memenuhi undangan berbagai acara sebagai bintang tamu.

Pergerakan pendiri mencari peluang lahan untuk berkibarnya nama para band/solois yang tergabung di kompilasi musik, tak lepas dari jasa besar seseorang  yang bernama M. Ismail Abbas yang merupakan sekretaris, design grafis serta dan merangkap IT (information technologi) untuk komunitas.

Walau awal pengurus hanya dua orang, akan tetapi selalu berjalan tanpa henti, walaupun banyak halangan, rintangan, dan hambatan dari berbagai hal terutama dari segi biaya oprasional dan lainnya, tetapi tetap konsisten dan komitmen akan perjuangan untuk memberikan tuntunan dan pembinaan dari berbagai hal, seperti  mental, ahklak, keterampilan, juga cara cara promosi agar grup tersebut lebih dikenal di kalangan masyarakat luas.

MENJADI JAWARA

Menurut Bing Sanjaya, suatu kebanggaan terbesar yang di dapat oleh pengurus adalah makin terarahnya para anggota yang tergabung dan makin matangnya kemampuan mereka di musikalitas dan performanya.

Hal ini terbukti dengan memberikan prestasi menjadi jawara di festival musik se Indonesia yang diadakan oleh KEMENPORA pada tanggal 4 sampai 31 Desember 2011 di depan gedung KEMENPORA dengan saingan ratusan grup band seindonesia. Enam  grup diantaranya masuk semifinalist (Ziraroe Band, Real X band, Dominasi Band, Djempol Band, Friendship Band, Big shadow Band).
Pada waktu itu yang masuk grandfinalis dua grup ( Ziraroe band dan Real X band ) dan yang jadi Jawara bahkan mendapat Gelar WORLD WIDE BAND langsung dari Deputi satu Kemenpora pemberdayaan pemuda itu REAL X BAND dengan Kolaborasi etnik Sunda dan tari jaipongannya. Bahkan di momen tersebut sempat diliput program status selebritis salah satu televisi nasional.

Kian hari komunitas REINKARNATION ini makin dikenal dan makin dihargai di kalangan musik nasional khususnya Indie. Dan suatu berkah yang didapat oleh komunitas musik ini, makin hari makin banyak bentuk dukungan dari berbagai pihak, dari komunitas komunitas baik dari musik ataupun luar musik, dari banyak penyelenggara acara bahkan perusahaan dan juga banyak dari media.

Kemudian pengurus pun makin bertambah dengan masuknya beberapa orang diantaranya Atep Zm, seorang sarjana seni yang juga berkecimpung di bidang musik yang merupakan motivator untuk para anggota, dan Wawan Goenawan yang siap membantu dalam pergerakan dan promosi anggota serta masih banyak pihak yang siap menopang dan mendukung dari visi dan misi komunitas ini karena tertarik dengan bentuk kebersamaan dan kekeluargaan juga saling dukung antar anggota di komunitas ini.

KOMPILASI KEDUA

Tentang apa harapan kedepan dari REINKARNATION, salah satu pengurus, Bing Sanjaya mengatakan, “Kita hanya nikreuh ngeureuyeuh (perlahan tapi pasti), menjalankan apa yang bisa dan mampu dilakukan.”

Harapan adalah sebuah tujuan yang harus tetap dikejar dengan segenap kemampuan dan peningkatan dalam berbagai hal, dan Kita besar karena Support dukungan dari banyak pihak, semoga setiap usaha meraup hasil gemilang”.
Satu lagi bukti nyata karya dari komunitas ini, tidak lama lagi kembali akan mengeluarkan album kompilasi kedua yang  diluncurkan 21 April 2012 lalu bertempat di Lapang bola Desa Pulokalapa Kecamatan Lemah Abang Wadas, yang  menampilkan peserta album kompilasi kedua dan dibintangi peserta album kompilasi pertama.

Bing Sanjaya menjelaskan, banyak cara meraih kebaikan, walau dengan musik bisa banyak prestasi di dapat juga akan menjauhkan kecenderungan memakai narkoba dan rusaknya mental dan moral. Dan semoga jadikan lahan usaha bagi yang menyatakan hidupnya adalah musik.

(nourkinan/g)

Teks Gbr- Reinkarnation  ketika lounching album ke dua di Lapang bola Pulokalapa, Lemah Abang Wadas, Karawang. (nourkinan)    

  • http://www.facebook.com/bings.tiga Bings Karawang Tiga

    terimakasih banyak… telah liput REINKARNATION… dan trimakasih kerjasamanya.