Wednesday, 19 September 2018

Uang Muka 30 Persen, Pengaruhi Penjualan Rumah

Kamis, 3 Mei 2012 — 16:12 WIB
bunga35

JAKARTA (Pos Kota)-Kalangan pengembang properti menilai adanya surat edaran dari Bank Indonesia (BI) bahwa uang muka KPR minimal 30 persen akan mempengaruhi minat masyarakat membeli rumah.

“Ketentuan uang muka minimal 30 persen itu menjadi berat bagi calon,” kata Presiden Direktur Bakrieland Development, Hiramsyah S. Thaib, pada diskusi ‘Siasat Bank dan Pengembang untuk Menopang Daya Beli Konsumen’ yang digelar Forum Wartawan Kemenpera, kemarin.

Padahal, selisih antara suplai dan kebutuhan (backlog) rumah belum terpenuhi untuk perumahan rakyat saat ini jumlahnya sekitar 14 juta unit, dan setiap tahunnya dibutuhkan 600 hingga 900 unit. “Yang terpenuhi hanya 80 ribu unit,” ujarnya.

Sebenarnya potensi pasar dalam negeri masih cukup besar, sehingga seharusnya ada skema pembayaran yang lebih kreatif. “Potensi pasar masih terbuka lebar, untuk itu diperlukan angsuran DP lebih lama, cash back, diskon, sistem inden, dan cicilan yang menarik, ” tegasnya.

Direktur Mortgage, Konsumer dan Operasional BTN, Irman Alvian Zahiruddin, mengatakan adanya Surat Edaran BI tersebut akan menggeser segmen konsumen ke golongan masyarakat mampu. Namun terdapat pengecualian, untuk konsumen tipe di bawah 70 m2 yang tidak akan terkena dampak aturan itu.

“Tentunya, selama masih ada permintaan rumah, developer tetap akan membangun. Jadi, kami tidak usah ikut bergeser pada konsumen yang mampu. Fokus kami tetap nasabah kelas menengah bawah atau mass property,” jelas Irman.

Seperti diketahui, BI telah mengeluarkan SE No.14/10/DPNP pada 15 Maret 2012, yang mengharuskan DP minimal KPR sebesar 30 persen untuk tipe rumah di atas 70 m2. ketentuan ini berlaku efektif pada 15 Juni 2012.(faisal)

Teks :
Menteri BUMN Dahlan Iskan didampingi Menpera Djan Faridz saat melakukan kunjungan ke contoh rumah murah di Kantor Kemenpera, Jakarta.