Mulai Juni Mendatang

Sarang Walet Bisa Ekspor Langsung ke China

Jumat, 4 Mei 2012
sarang-walet

JAKARTA (Pos Kota)-Menteri Pertanian Suswono mengatakan, mulai Juni 2012 mendatang  eksportir sarang burung walet sudah bisa mengekspor langsung produknya ke China tanpa harus melalui pihak ketiga.

“Kami  sudah menyepakati perjanjian bilateral dengan China agar ekspor sarang burung walet dilakukan secara langsung tanpa melalui pihak ketiga. tanggal 24 April 2012 lalu,” katanya. Ada MoU Kementrian Pertanian RI dengan China tentang standardisasi produk ekspor sarang burung walet.

Selama ini China merupakan negara tujuan ekspor utama walet dari Indonesia. Akan tetapi, selama 2 tahun lebih ekspor sarang burung walet dari Indonesia tidak bisa langsung ke China, melainkan harus melalui pihak ketiga seperti Malaysia, Singapura, Kanada, Amerika Serikat, dan Hongkong.

Kondisi itu dipengaruhi oleh boikot yang dilakukan oleh China akibat merebaknya flu burung. Sehingga, China mengkhawatirkan sarang burung walet yang diimpor dari Indonesia tersuspect flu burung. Selain itu, boikot dilakukan lantaran kualitas sarang burung walet dari Indonesia di bawah standar internasional.

Menteri Pertanian RI, Suswono mengatakan, saat ini Kementerian Pertanian sedang menyelesaikan proses regulasi teknis ekspor sarang burung walet ke China. Regulasi tersebut akan dibentuk supaya ekspor bisa transparan dan tidak ada yang dirugikan, baik dari konsumen di China maupun produsen di Indonesia.

Dengan disepakatinya ekspor sarang burung walet secara langsung dari Indonesia ke China, maka menurut Suswono black market perdagangan sarang burung walet yang selama ini dilakukan oleh eksportir bisa diminimalisir. Menurut dia, diboikotnya ekspor sarang burung walet ke China berdampak pada merebaknya ekspor melalui black market. Sehingga negara mengalami kerugian karena ekspornya banyak yang tidak terdata dan negara tidak memperoleh devisa.

Di sisi lain black market mengakibatkan harga sarang burung walet anjlok. Menurut Suswono akibat larangan impor tersebut, harga pasar sarang burung walet jatuh level terendah. Harga sedang dititk nadir, Rp 5 juta per kilo padahal harga normal Rp 37 juta per kilo.

Setiap tahunnya Indonesia mampu mengekspor sarang burung walet sebanyak 200 ton. Padahal, potensi ekspor sarang burung walet di Indonesia mencapai 400 ton per tahun yang nilainya sebesar Rp7,4 triliun.

(faisal/sir)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.