Panen Mentimun Anjlok 20 Persen

Minggu, 6 Mei 2012
panen-timun

SUKABUMI (Pos Kota) – Petani mentimun di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mengeluhkan cuaca buruk yang terjadi belakangan terakhir. Pasalnya, cuaca seperti hujan disertai angin kencang berimbas terhadap hasil panen mentimun mereka. Akibat cuaca buruk, mereka mengalami kerugian karena mentimun yang dipanen busuk karena kurang optimalnya proses pembuahan.

Di sentra pertanian Salabintana, Kabupaten Sukabumi, misalnya. Hasil panen mentimun anjlok 15 hingga 20 persen. Kondisi ini akibat curah hujan yang tinggi disertai angin sejak awal tahun hingga Maret lalu. Soalnya, curah hujan tinggi mengganggu proses serbuk sari sehingga potensi pembuahan terganggu.

Saat ini, hasil panen mentimun per hektarnya hanya mencapai 4 ton. Padahal, saat panen normal dengan luas lahan sama bisa menghasilkan 5 sampai 6 ton mentimun.

“Panen sekarang anjlok. Ini akibat curah hujan yang menggangggu pembuahan. Kita sudah berupaya menyemprot dan memupuk namun hilang terbawa air,” keluh Hadi, salah seorang petani mentimun di kawasan Salabintana, Kabupaten Sukabumi.

Disebutkan Hadi, penurunan hasil panen mentimun ini sepengetahuan dirinya hampir merata di Sukabumi. Adapun hasil panen yang baik, petani bersangkutan memakai konsep pertanian yang lebih baik.

“Umumnya hasil panen anjlok. Sekarang hasil panen hanya 4 ton dalam satu hektar. Biasanya bisa mencapai 6 ton,” jelasnya.

Asep, petani mentimun lainnya menambahkan penurunan hasil panen mentimun selain akibat dilanda cuaca buruk juga terserang hama. Sehingga, banyak mentimun membusuk. “Serangan hama juga mempengaruhi hasil penen sekarang,” cetusnya. (sule)

TEKS :Panen mentimun di Kabupaten Sukabumi anjlok lantaran dilanda cuaca buruk seperti hujan disertai angin kencang. Foto: sule

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.