Tuesday, 20 August 2019

Korban Tanggul Situ Gintung Enggan Pindah ke Rusunawa

Selasa, 8 Mei 2012 — 20:43 WIB
Rusunawa Situ Gintung-n

PAMULANG (Pos Kota) – Warga korban banjir bandang Situ Gintung tahun 2009, Ciputat hingga kini enggan menempati rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) yang dibangun di Kel. Serua, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Pasalnya, lokasi kurang strategis dan terlalu jauh dari pusat kota.

“Kami mendingan tinggal di dekat lokasi sekitar Situ Gintung dibandingkan tinggal di Rusunawa yang disediakan pemerintah beberapa tahun lalu setelah terjadinya musibah bencana Situ Gintung tahun 2009 lalu,” ucap Heru, warga RW 08, Kel. Ciputat Timur, Ciputat, Kota Tangsel, Selasa (8/5).

Bapak dua anak ini, memang sempat mendapatkan tawaran untuk mendapatkan Rusunawa yang dibangun di lokasi Kel. Serua yang berjarak sekitar 15 Km dari lokasi sekarang yang ditempati. “Tak hanya jauh dari keramaian, kondisi di sana masih sepi,” ujarnya yang mengaku enggan tinggal di lokasi itu.

Hal senada juga dikatakan Cecep, warga lainnya, yang memilih mengontrak rumah tak jauh di tempat lokasi wisata Situ Gintung dibandingkan tinggal di Rusunawa yang disiapkan pemerintah.

“Sejak ada rencana dibuat rusunawa dirinya memang tak berminat sama sekali tinggal di rusunawa,” ujarnya yang tinggal di Kampung Kertamukti, Kel. Ciputat Timur.

Saat ini, kondisi Rusunawa yang dibangun Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) di Kel. Serua, Ciputat kondisinya masih kosong dan tak terawat. Terlebih dari informasi yang diperoleh belum ada penyerahan secara resmi dari Kemenpera ke Pemkot Tangsel.

Selain masalah lokasi terlalu jauh ternyata masalah sewa Rusunawa yang memiliki sekitar 96 kamar di atas lahan seluas 4,5 Ha itu juga dianggap terlalu mahal sehingga warga tak mau tinggal di lokasi yang disediakan pemerintah sejak musibah jebolnya tanggul Situ Gintung tiga tahun lalu.

Menanggapi kondisi Rusunawa, Kertamukti, Kel. Serua yang hingga kini masih kosong , Walikota Tangsel Airin rachmi Diany didampingi Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan setempat, Ahadi mengatakan, pihaknya memang sedang mencari jalan keluar untuk memanfaatkan Rusunawa yang dibangun di atas lahan seluas 4,5 Ha dengan dana sekitar Rp 5 miliar tersebut.

“Jika memang tak ada yang mau tinggal di Rusunawa tersebut, Pemkot mencari alternatif lain seperti menyewakan kamar rusunawa itu ke PNS eselon II dan III,” tuturnya

Tapi ide penyewaan kepada PNS itu baru wacana saja belum final masih terus dikaji secara terus menerus sambil menyelesaikan berbagai permasalahan seperti sarana dan prasarana di sekitar Rusunawa itu. (anton/dms)

Teks foto:

Kondisi Rusunawa bagi warga korban banjir bandang Situ Gintung di Kel. Serua, Kec. Ciputat masih belum ditempati. (anton)