Sunday, 25 August 2019

Ruhut Sayangkan Wacana Konvensi di Partai Demokrat

Kamis, 10 Mei 2012 — 16:12 WIB
Ruhut-n

JAKARTA (Pos Kota) – Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Komunikasi dan Informasi , Ruhut Sitompul  menyayangkan sikap Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Ahmad Mubarok yang mewacanakan mekanisme konvensi untuk menjaring calon presiden yang akan diusung oleh Partai Demokrat.

Menurut Ruhut, sebagai anggota Dewan Pembina,  Mubarok tidak memahami mekanisme maupun AD/ART Partai Demokrat dalam menentukan Capres sehingga memunculkan wacana itu.

”Saya gak mengerti alasan Pak Mubarok mengeluarkan pernyataan bahwa sebaiknya Partai Demokrat menggunakan mekanisme konvensi untuk menjaring capres PD. Sebagai anggota Dewan Pembina, Pak Mubarok harus mengetahui bahwa aturan main untuk menentukan capres itu melalui melalui keputusan majelis tinggi. Bukan hanya capres tapi juga bupati walikota gubernur semuanya lewat mekanisme  dan pembicaraan majelis tinggi yang 9 orang itu. Kebetulan Pak Mubarok itu bukan anggota majelis tinggi,” uja Ruhut kepada wartawan  di Gedung DPR/MPR RI Senayan, Jakarta, Kamis (10/5).

Semua kader PD dan pengurus DPP menurut Ruhut sebenarnya tidak ada wewenang  siapa membicarakan siapa capres dari PD, terlebih jika kader tersebut bukan anggota majelis tinggi.

”Rasanya sudah seringkali ditegaskan bahwa PD baru akan menentukan capres itu nanti di tahun 2013. Saya rasa semua kader juga tahu hal itu,” tegas Ruhut sambil menolak menjawab apakah pernyataan Mubarok itu terkait posisi Anas yang sebelumnya dijagokan oleh Mubarok sebagai capres kini menghadapi berbagai masalah hukum.

Terkait nama Mantan Ketua Umum Partai Golkar yang juga Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang diusulkan oleh beberapa kader PD sebagai calon presiden yang akan diusung PD sehinga akan menimbulkan kesan PD tidak memiliki kader lain yang pantas maju, Ruhut dengan gaya bicaranya yang ceplas ceplos menjawab bahwa PD masih memiliki kader yang akan diajukan sebagai capres.

“Lagi pula saya punya feeling politik siapapun calon dari PD calonnya harus lebih muda dari Pak SBY,” jelasnya.

Sebelumnya Ahmad Mubarok mengatakan PD tidak memiliki kader yang pantas untuk maju sebagai capres sehingga dirinya pun mengusulkan agar PD mengelar konvensi. Dengan konvensi dirinya menyebutkan PD membuka peluang bagi kader dari luar PD untuk bertarung mengisi kursi capres. (prihandoko/dms)

  • Rakhmat S

    kalaupun ada calon capres dari pd, apakah rakyat masih mau memilih?