Wednesday, 17 July 2019

Berburu Kotak Hitam Pesawat Sukhoi

Senin, 14 Mei 2012 — 9:50 WIB

PENYEBAB kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 pada 9 Mei lalu masih diselimuti kabut misteri. Begitu pula mengenai keberadaan  black box (kotak hitam) masih simpang siur.

Ada rumor yang menyebutkan kotakl hitam sudah diamankan, tetapi keterangan resmi menyebutkan benda yang diharapkan dapat menguak penyebab kecelakaan itu belum ditemukan.
Seperti dikatakan Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Daryatmo, tim evakuasi baru memfokuskan pencarian kotak hitam mulai hari ini (Senin, 15/5).

Diduga masih berada di antara serpihan reruntuhan pesawat Sukhoi yang hancur menabrak  tebing Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sebanyak 45 orang ikut menumpang pesawat yang dikemudikan pilot Aleksandr Yablontsev saat melakukan demonstrasi penerbangan itu.

Memburu kotak hitam bagian terpenting, setelah evakuasi korban. Tim SAR gabungan dari Badan SAR Nasional, TNI, Polri, pencinta alam dan lainnya akan menyusuri dasar jurang dengan kedalaman sekitar 300 meter.
Ada keyakian , kotak hitam yang berada di ekor pesawat itu jatuh ke dalam jurang. Sayangnya untuk mencapai ke ekor pesawat itu, tidaklah mudah dalam suasana kabut tebal yang terus menyelimuti bibir jurang.

Kita berharap hari ini Tim SAR gabungan dapat menemukan kotak hitam sehingga dapat menguak kebenaran, apa yang menjadi penyebab utama kecelakaan dan siapa yang paling bertanggungjawab atas musibah ini.
Sejak insiden pesawat Sukhoi mencuat kontroversi seputar miskomunikasi antara pilot dengan petugas air traffic control (ATC) Bandara Soekarno-Hatta.

Banyak pertanyaan yang diajukan oleh warga masyarakat dan pengamat, mengapa petugas ATC tidak melarang ketika pilot Sukhoi meminta menurunkan pesawat dari ketinggian 10 ribu kaki menjadi enam ribu kaki.

Sebab, untuk menunurunkan pesawat serendah itu tidaklah sembarangan. Ada prosedur baku dan pertimbangan tertentu.
Bagi ATC, izin diberikan karena adanya permintaan berdasarkan flight plan yang diminta Sukhoi.Pertimbangan lain, saat itu Sukhoi berada di wilayah Bogor area di atas Lanud Atang Sendjaja, sebuah wilayah safe training. Area sangat aman. Sangat jauh dari Gunung Salak.

Yang menjadi pertanyan kemudian adalah mengapa tiba – tiba Sukhoi nyelonong ke kawasan Gunung Salak? Adakah miskomunikasi antara petugas ATC dengan pilot karena persoalan bahasa, atau masalah teknis lainnya?

Isi percakapan antara pilot dan petugas ATC akan terkuak jika black box itu sudah ditemukan. Begitu pentingnya ‘benda sakral’ ini sebagai barang bukti sehingga Rusia pun mengirimkan pasukan khususnya untuk ikut berburu. Investigasi menelusuri penyebab musibah ini bagian terpenting bagi Rusia untuk memperbaiki citranya di bisnis penerbangan, khususnya industri pesawat terbang. (*)