Wednesday, 24 July 2019

Kotak Hitam Sukhoi Diperiksa di Indonesia

Senin, 14 Mei 2012 — 18:57 WIB
Sukhoi SJ-n

JAKARTA (Pos Kota) – Kotak hitam (black box) Pesawat Sukhoi Superjet 100 dipastikan akan diperiksa di Indonesia disesuaikan dengan prosedur tetap penanganan kecelakaan pesaawat sesuai Annex 13 Konvensi Penerbangan Sipil Internasional.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bakti, mengatakan dalam aturan internasional,  negara tempat kejadian yang memeriksa dan bertanggung jawab investigasi.

“Sesuai Annex 13 ya harus ya Indonesia Indonesia. Rusia harus ikuti aturan itu,” kata Herry, hari ini.

Diakui Herry, sebelumnya tiap kali kecelakaan pesawat pemeriksaan kotak hitam dilakukan di -negara produsen, karena Indonesia belum memiliki alatnya. Namun kini KNKT sudah punya. Kurang lebih dua tahun yang lalu.

Hingga kini  kotak hitam pesawat Sukhoi belum ditemukan. Akan tetapi KNKT sudah mengetahui titik koordinat dari kotak tersebut. “Nanti kalau sudah ketemu dan hasil pemeriksaan telah selesai akan kami publikasikan,” jelas Herry.

ASURANSI

Secara terpisah Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub Bambng S ERvan menjelaskan seluruh korban tragedi Sukhoi kemungkinan  akan mendapatkan asuransi 50 ribu dolar AS atau Rp 450 juta. “Ini berdasarkan peraturan menteri perhubungan nomor 77 tahun 2011.”

Pesawat Sukhoi, kata Bambang ketika kecelakaan masih dalam status promosi, yang kepemilikannya masih atas nama Rusia. Segala tanggungjawab yang diberikan pada korban, didasarkan pada hukum yang berlaku di Rusia.

Sedangkan untuk penerbangan internasional, dasar hukum yang dipakai ialah Warsawa Convention 1929 atau Montreal Convention tahun 1999. (dwi/dms)