Tuesday, 17 September 2019

Massa Ngamuk, Gapura Tangkuban Perahu Dibakar

Selasa, 15 Mei 2012 — 14:13 WIB
tangkuban-perahu

BANDUNG (Pos Kota) – Ratusan warga  asal Lembaga Adat Karaton Galuh Pakuan, Kabupaten Subang, Jawa Barat mengamuk di pintu gerbang objek wisata kawah Gunung Tangkuban Parahu, Selasa (15/5/2012).

Mereka menuntut supaya objek wisata alam itu dikelola oleh warga Subang yang masuk ke Adat Karaton Galuh Pakuan.  Dalam kondisi memanas setelah aksi mereka ditahan petugas kawah, mereka pun akhirnya nekat membakar sebagian Gapura pintu masuk gunung tersebut. “Kami di perjalanan menuju lokasi. Sebagian bangunan gapura sudah dibakar,” kata seorang anggota Polsek Lembang, saat dihubungi melalui telepon, Selasa.

Dia mengemukakan, sebelum melakukan pembakaran gapura, massa sempat berorasi di halaman pintu masuk kawah. Entah apa yang terjadi, massa yang datang menggunakan sepeda motor dan truk itu tiba-tiba mengamuk dan membakar gapura. “ Intinya mereka menuntut supaya objek wisata Tangkuban Perahu dikelola oleh warga Subang bukan pihak swasta,” kata polisi tadi.

Aksi mereka cukup beringas. Setelah turun dari lima truk yang ditumpanginya mereka pun langsung mengambil alih petugas masuk objek wisata, dan pengunjung diharuskan bayar  ke mereka bukan ke petugas.

Didin,45, seorang warga menyebutkan, amuk massa itu terjadi sekitar pukul 10:30 Wib. Mereka datang menggunakan motor dan truk. Ketika mendekati pintu gerbang mereka turun kemudian menyerobot masuk dan merampas tiket masuk objek wisata. Ketika sudah masuk , mereka menggelar aksi  yang menuntut supaya Kawah Tangkuban Perahu dikelola warga Subang.

Selang beberapa menit, mereka mengamuk dan membakar sebagian gapura pintu gerbang objek wisata. Buntut dari kejadian ini tak sedikit pengunjung  pulang karena warga yang beraksi semakin beringas.

Kadis Pariwisata Kabupaten Bandung Barat Drs. H. Aos Kaosar, M.Si, ketika dihubungi menjelaskan, objek wisata Tangkuban Perahu hampir 60 persen masuk ke wilayah Kabupaten Subang, sedang pintu gerbangnya berada di wilayah Kabupaten Bandung Barat. “Kami sudah menerima laporan  demo dan pembakaran  gapura masuk Tangkuban Perahu,” kata dia.

Meski begitu, Kadis berharap supaya polisi segera meluncur ke lokasi supaya amukan mereka bisa segera diatasi, pintanya.

(dono/sir)

  • Satriajik

    wahh.. itu namanya sudah melanggar tindak pidana Pasal 406 ayat (1) KUHP dan pasal 362 KUHP bisa diproses polisi tuh…!!

  • Amitosu

    Apa sih bagusnya Tangkuban perahu, cuma bekas kawah gersang, tak ada yang menarik.

  • Irafannidathum

    inilah hsl maximal dr yg namanya OTONOMI DAERAH…….

  • Supendi S.pd

    Kita berharap dari kejadian ini dapat diambil pelajaran.
    1. pihak pengelola menunjukan legitimasi pengelolaan
    2.pihak terkait membantu menyelesaikan permasalahan
    3. kedepankan langkah musyawarah
    4.Galuh Pakuan sbg bekas kerajaan besar di tanah Pasundan ini menyuarakan terus kebenaran, mohon tdk anarkis.
    5. tentukan dengan kekuatan hukum dan profesional pengelola Tangkuban Perahu.
    Salam damai di negeri di atas awan Pasundan