Sunday, 23 September 2018

Tahu dan Tempe Langka di Pasar

Selasa, 15 Mei 2012 — 0:11 WIB
ilustahu

CIPUTAT (Pos Kota) – Tempe dan tahu belakangan semakin langka di pasar tradisional Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Pasalnya makanan favorit orang Indonesia itu belakangan sulit dicari akibat harga kedelai dan bahan baku lainnya naik bukan kepalang.

“Kami sudah tak jualan lagi sejak lima hari lalu karena harga bahan baku kacang kedele naik terus, tadinya Rp 5.500/kg sekarang menjadi Rp 7.000/kg,” ujar Budi, pedagang tempe dan tahu di Pasar Cimanggis, Ciputat, Senin (14/5).

Kurun waktu lima hari,sejumlah pedagang tempe dan tahu yang ada di Pasar Cimanggis, Ciputat banyak yang tak berjualan dengan alasan adanya kenaikkan harga bahan baku.

Bukan hanya pedagang yang tak jualan, tapi pabrik pembuat tahu dan tempe di kawasan Kota Tangsel banyak yang tak produksi karena mereka kecewa dan keberatan dengan adanya kenaikkan harga bahan baku jenis kedelai sebesar Rp 1.500 hingga Rp 2000/Kg.

Diakuinya, banyak konsumen atau warga yang ingin belanja menanyakan ada masalah apa kok tidak ada pedagang tempe dan tahu. “Pedagang berharap harga bahan baku tempe dan tahu hendaknya diturunkan lagi seperti sebelumnya,” tuturnya.

Ketua Forum Komunikasi Koperasi Pengrajin Tahu-Tempe Indonesia (Kopti) Tangerang, Asep, mengatakan sebanyak 15.000 pengrajin tahu-tempe se-Jabodetabek melakukan aksi mogok produksi sejak beberapa hari ini. Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes mereka terhadap kenaikan harga kacang kedelai impor.

Kopti, kata dia, menuntut agar pemerintah segera menurunkan harga kedelai, menciptakan stabilitas harga kedelai, dan meningkatkan swasembada kedele. “Pengrajin tahu-tempe se- Jabodetabek sepakat tidak produksi. Kalau tetap produksi juga percuma. Karena harga eceran sulit untuk naik,” ucapnya.

Diakuinya, harga kedelai naik disebabkan harga komoditas tersebut di pasar dunia cenderung naik. Sebagai komoditas yang masih impor, akhirnya berdampak pada aktivitas produksi tahu-tempe. “Akibat kenaikan harga kedele yang tinggi, banyak pengrajin tahu-tempe gulung tikar,” ujarnya. (anton)

Teks: Kondisi lapak atau tempat pedagang tahu tempe di saah satu pasar Di Kota Tangsel yang tak jualan. (anton)