Tuesday, 13 November 2018

Tersebar di Berbagai Kota di Indonesia

Penggemar Ebiet G.Ade Bersatu

Rabu, 16 Mei 2012 — 9:17 WIB
komu-1-sub

JIKA seorang artis hanya mempunyai satu komunitas penggemar, maka berbeda dengan penyanyi Ebiet G. Ade. Banyak penggemar legenda musik balada ini yang membentuk komunitas dan tersebar di berbagai kota di Indonesia. Ada Komunitas Ebiet G. Ade, Komunitas Apresiator Ebiet G. Ade, Komunitas Ebiet G. Ade Forever dan lain sebagainya.

Komunitas-komunitas tersebut pun berbeda dengan penggemar artis lain, karena komunitas penggemar Ebiet G. Ade tak sekadar sebagai penikmat lagu-lagunya, juga mengapresiasi lirik-lirik lagu Ebiet yang penuh makna.

KAEGA

Komunitas Apresiator Ebiet G Ade (KAEGA) ada di hampir semua kota dan kabupaten di Indonesia, seperti Bandung, Medan, Banjarmasin, Kabupaten Sragen,  Purwokerto,   Mataram dan lainnya. Di Bandung Raya KAEGA dibentuk pada 8 Mei 2009, dengan ketua Rudy Mulyadi. Anggota KAEGA Bandung Raya tersebar di beberapa tempat, seperti Cimahi, Kabupaten Bandung dan Bandung Barat. Jumlah anggotanya terus meningkat hingga lebih dari 700 orang.

Rudy Mulyadi mengaku sudah menyukai lagu-lagu Ebiet saat masih sekolah di SMP. “Sejak album pertama. Karena kekuatan liriknya di semua lagu-lagunya. Lagu-lagu Ebiet seakan mengajak kita berdiskusi,” kata Rudy.

Sementara Lena Salahuddin, anggota KAEGA Bandung Raya yang sudah berusia 51 tahun, juga mengaku menyukai lagu-lagu Ebiet sejak album pertama berjudul Camelia I yang dirilis tahun 1979.

Laena yang ketika itu menjadi penyiar di Radio Mercusuar, Makassar, makin mengidolakan Ebier G Ade ketika mendapat kesempatan mewawancarainya untuk siaran langsung.

Lena menyukai lagu-lagu Ebiet lantaran lirik-liriknya berbeda dengan lagu-lagu penyanyi lain. Lagu-lagu balada Ebiet sangat sarat dengan pesan moral.

“Lirik-liriknya padat dan berbobot. Mencakup semua aspek kehidupan,” katanya.

Menurut dia, lagu-lagu Ebiet pun sangat universal dan tak pernah lekang di makan zaman. Bahkan, setiap kali ada bencana alam dan sebagainya, lagu-lagu Ebiet pastilah dijadikan backsound pada pemberitaan yang ditayangkan televisi.

“Sebenarnya lagu-lagu Ebiet akan tetap didengar masyarakat, baik ada bencana atau tidak. Karena lagu-lagunya sarat dengan makna,” ujar Lena.

(anggara/rf/r)

Teks Gbr- Komunitas Ebiet G. Ade