Tahu dan Tempe Juga Langka di Depok dan Bogor

Rabu, 16 Mei 2012
ilustahu

BOGOR (Pos Kota) – Kelangkaan tahu dan tempe merambah ke wilayah lain. Bila sebelumnya diberitakan langka di kawasan Tangerang Selatan, kini tetangganya Depok dan Bogor, makan kesukaan warga Indonesia itu juga sudah langka .

Langkahnya tahu dan tempet ini karena harga kedelai semakin tak tejrangkau dan stoknya juga langka. Ini membuat membuat produsen tahu dan tempe mengancam akan mogok.

“Satu potong tempe ukuran setelapak tangan orang dewasa saya jual Rp 3.000. Bagi sebagian konsumen harga ini sudah tinggi, nah kalau harga kedelai dengan kualitas sedangakn sekarang Rp 10 ribu per kilo, bagiaman saya mau menjualnya. Lebih baik mogok tak lagi produski jika harga kedelai belum juga turun,” ujar Narsi, pembuat tempe di Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Selasa.

Beberapa pemilik pembuat tahu dan tempe juga stres dan terpaksa tidak produksi. Seperti Ibrihin, bos pembuat tahu dan tempe di RT 1/4, Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, mengaku sudah menghentikan produksi lantaran tak mampu membeli kedelai. “Sudah lima hari ini enam karyawan saya diliburkan. Karena susah mendapatkan kedelai,” ujarnya.

Menurutnya, harga kedelai dengan kualitas bagus mencapai angka Rp10.000 per Kg. Sebelumnya harga tertinggi hanya Rp 7.500 per Kg. Tempe dan tahu buatannya menggunakan kedelai kualitas sedang dengan harga Rp Rp.6000 per Kg yang sebelumnya hanya Rp Rp 5.500.

Perajin tahu dam tempe yang ada di Depok sudah tak berjualan sejak Jumat lalu. Kalaupun ada yang jualan mereka menaikkan harga sesuai kesepakatan diantara pedagang tahu.

“Pedagang ada yang mogok jualan sejak Jumat, namun ada juga pedagang yang masih berjualan sehingga tidak kompak. Kalau di Pasar Minggu semua pedagang tahu kompak mogok jualan,”ujar Bruno, salah satu pedagang tahu di Jalan Tole Iskandar, Depok, Selasa (15/5).

Winardi, pemilik pabrik tahu di Tole Iskandar, Depok, mengaku sehari ia membutuhkan lima kuintal kacang kedelai. Pedagang tahu hanya membeli kedelai darinya dan boleh membuat tahu sendiri kemudian menjualnya ke pasar.

“Memang sejak hari Jumat pabrik sepi karena kami tak produksi, dan saat ini sudah ada kesepakatan harga rata – rata naik Rp 500 per potong, ini sudah ada kesepakatan antar pengrajin tahu,” tandas Winardi

Sementara itu, Tati, 54, ibu rumah tangga warga Citayam, Depok, mengaku sudah tiga hari ini membeli tahu ke pedagang sayur dengan ukuran yang lebih kecil.

“Susah banget cari tahu sekarang, hari ini baru ada tahu cina, harganya tetap Rp 2500 enggak naik, tetapi ukurannya kecil, kalau tahu yang potongan kecil – kecil belum ada karena masih mau naik harganya,” ujarnya. (Angga/iwan/b)

Teks: Pembuatan tahu oleh pedagang ditengah krisis melambungnya harga kacang kedelai. (Angga)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.