Saturday, 25 May 2019

Perajin Tahu-Tempe Masih Gunakan Kayu Bakar

Rabu, 23 Mei 2012 — 23:14 WIB
ilusperajin

KALIDERES (Pos Kota) – Pengrajin Koperasi Tahu Tempe Indonesia (KOPTTI) Semanan, Kecamatan Kalideres Jakarta Barat, terpaksa masih menggunakan kayu bakar, sekalipun harganya cukup tinggi dan proses memakan waktu.

”Karena bantuan kompor gas sebagai konversi dari minyak tanah ke gas dari tahun 2008 sampai tahun ini belum terwujud,”kata Handoko pengurus KOPTTI Semanan yang dihubungi, Rabu (23/5)

Janji Kementeriaan UMK melalui Dinas Koperasi dan UKM DKI Jakarta kala itu, benar-benar nampak serius, selain mengunjungi pengrajin tahu tempe,mendata dan kompor gas menjanjikan segera dikirim ”Kenyataan sampai 4 tahun ini tak ada kejelasan,”ucapnya.

Jika kompor yang dijanjikan bisa dipenuhi, pengrajin mungkin akan meningalkan kayu bakar atau minyak tanah karena melalui gas biayanya lebih murah,”Mau menggunakan minyak tanah lebih mahal karena langka barangnya,”tambah Handoko.

Sedang kayu bakar semakin lama harganya naik terus yang semula Rp 125 ribu/gerobak kini menjadi Rp 150 ribu, ukuran bak pick up Rp 300 ribu menjadi Rp 400 ribu dan untuk truk engkel dari Rp 11/4 juta/truk menjadi Rp 1,5 juta. Mahalnya kayu bakar karena sulitnya untuk mendapatkannya, terutama adanya larangan penebangan pohon.

60 TON SETIAP HARI

Selain mahalnya kayu bakar, juga kacang kedelai sebagai bahan baku tempe dan kedelai juga naik. Untuk kwalitet pertama Rp 6.800/Kg, kwalitet kedua antara Rp 6.600 sampai Rp 6.700/Kg dan kwalitet ketiga Rp 6.550. Sebelumnya selisih Rp 1.000. Sedang anggota KOPTTI Semanan yang menggunakan kedelai setiap harinya mencapai 60 ton.

Dengan kenaikan harga kedelai maka harga tahu dinaikan dari Rp 16.000/papan menjadi Rp 18.000/papan. Untuk tempe masih stabil setiap potong berukan panjang 20 Cm lebah 10 Cm dan ketebalan 2 Cm Rp 5.000.”Harganya bisa tetap karena keuntungan berkurang yang semula setiap 1 Kg keuntungannya Rp 1.000 menjadi Rp 800. Atau setiap kwintal kedelai (100 Kg) keuntungannya Rp 100.000 menjadi Rp 80.000.”kami menjaga pelanggan dan persaingan karena banyak tahu tempe import yang diperjual belikan di pusat perbelanjaan.”tambah Handoko. (herman)

Teks : Anggota KOPTTI Semanan tengah memproses kacang kedelai untuk dijadikan tahu atau tempe yang masih menggunakan kayu bakar. (herman)