Thursday, 20 September 2018

Anas dan Ibas Diserang Massa Partai Demokrat

Kamis, 24 Mei 2012 — 23:59 WIB
pelan245

JAKARTA (Pos Kota) – Rombongan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan putra Presiden SBY, Edhie Baskoro alias Ibas, yang juga Sekjen partai tersebut diserang oleh massa Partai Demokrat (PD) di Bandara Babullah Ternate, Maluku Utara (Malut), Kamis (24/5).

Dikabarkan dalam insiden itu rombongan Anas Urbaningrum dan jajarannya nyaris menjadi sasaran amuk massa pendukung Thaib Armain. Sejumlah orang dilaporkan memukul dua pengurus DPP Partai Demokrat, Ibrahim dan Syarif.

Ibas menyesalkan peristiwa penghadangan oleh massa terhadap rombongan pengurus pusat partai. Kejadian itu tidak bisa ditolerir. “Insiden ini sangat disesalkan. Peristiwa yang mengarah keanarkis ini tidak bisa ditolerir dalam etika berorganisasi,” ujar Ibas dalam siaran pers kepada wartawan, Kamis (24/5).

“Rombongan tidak ada yang cidera akibat insiden tersebut dan terus melanjutkan kegiatan partai di Sulawesi Utara dan Gorontalo seperti yang sudah dijadwalkan,” ungkapnya.

DPP AKAN INVESTIGASI

Menurut Ibas, DPP Partai Demokrat akan melakukan investigasi atas peristiwa di Ternate tersebut. Ini sebagai bagian dari upaya menjalankan garis dan disiplin partai. “Bila terbukti mengarah pada satu konspirasi, tentu DPP Demokrat akan menegakkan disiplin organisasi sesuai dengan ketentuan partai,” tegasnya.

Ditegaskannya, semua permasalahan pada dasarnya bisa diselesaikan. Apapun alasannya, tentunya segala sesuatu bisa diselesaikan secara dingin dan hati tenang. Kini DPP Partai Demokrat memutuskan menunda Musda Demokrat Maluku Utara sampai suasana kondusif.

Tak lupa, Ibas meminta maaf dengan ketidaknyamanan tersebut, sehingga tidak bisa bertemu dengan kader di Ternate.

Di Jakarta, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Melani Leimena Suharli menyatakan, seharusnya Anas Urbaningrum berani berdialog dengan massa terkait kasus penolakan kader Demokrat di Ternate.

Seorang pemimpin tidak meninggalkan massa yang sedang memprotes kehadirannya, maka dia harus tampil dan berani dialog untuk mengetahui apa masalahnya, sehingga mereka menolak.

“Saya kira Pak Anas memang harus berani menghadapi mereka dan berdialog dengan para kader agar tahu masalahnya. Bisa jadi ada salah paham,” katanya usai bertemu dengan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri di kediamannya di Jakarta, Kamis (24/5).

AKAN DIPERIKSA

Sementara itu pengurus pusat Partai Demokrat akan memeriksa Ketua DPD PD Maluku Utara Thaib Armain, atas insiden keributan dan upaya penyerangan kepada rombongan Anas dan Ibas. Thaib, yang kini menjadi Gubernur Malut, dianggap ikut bertanggung jawab atas kejadian itu. Apalagi, dua orang dari DPP PD terkena pukulan pendukung Thaib.

“Thaib akan kami undang dan mintai keterangan. Mau dia gubernur, kalau dia tidak bisa membimbing, dia akan diberi sanksi, dia harus mempertanggung jawabkannya,” tegas politisi Demokrat, Ruhut Sitompul di DPR, Kamis (25/5).

Menurutnya, kader PD yang terlibat dalam anarkisme dan pemukulan tersebut akan dilaporkan ke pihak kepolisian.

Ruhut menuding, kejadian itu diduga tak lepas dari peran seorang petinggi PD yang dianggap memihak kepada seorang dari dua calon Ketua DPD PD yang akan bertarung dalam Musda. (winoto/b)

Teks : Anas dan Ibas

  • Rakhmat S

    bukti sdh kagak kompanye PD ya, apa khabar pak ruhut?

  • http://www.facebook.com/people/Adit-Ya/100001933599687 Adit Ya

    bukti rakyat tidk suka ama parta bedebah