Saturday, 22 September 2018

Fauzi Bowo Minta Lulusan SMA Jangan Corat-coret

Jumat, 25 Mei 2012 — 23:27 WIB
ilusfauzi

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI Jakarta, H.Fauzi Bowo, meminta seluruh peserta didik tingkat SMA/SMK yang lulus setelah menempuh Ujian Nasional (UN) tidak melakukan aksi corat-coret seragam sekolah.

“Siswa tidak dilarang merayakan kelulusannya, tapi sebaiknya tidak dengan cara seperti itu. Lebih baik seragam dikumpulkan kemudian diberikan kepada yang membutuhkan. Ini akan lebih positif. Insya Allah angka kelulusan siswa SMA, SMK dan MA tahun ini lebih bagus dari tahun sebelumnya,” kata Fauzi Bowo, Jumat (25/5) terkait rencana pengumuman hasil UN tingkat SMA/SMK Sabtu (26/5), hari ini.

Menurut Bang Kumis, sapaan akrab Gubernur Fauzi Bowo, pihaknya juga sudah menginstruksikan kepada kepala dinas dan para kepala sekolah agar tidak menahan ijazah milik pelajar, apapun alasannya. Jika hal itu masih ditemukan, akan diberi sanksi tegas.

Sanksi tersebut merupakan komitmen Pemprov DKI dalam memberi pelayanan pendidikan yang layak hingga tuntas bagi masyarakat ibukota. “Ini berlaku juga bagi para siswa tingkat SMP dan SD,” tegasnya.

Pengumuman kelulusan pelajat tingkat SMP di Jakarta rencananya 2 Juni dan tingkat SD pada 16 Juni.

LULUS 99,65 PERSEN

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, mengungkapkan, tingkat kelulusan UN tingkat SMA/MA tahun ini mencapai 99,65 persen atau 54.276 siswa dari 54.466 peserta. Angka ini meningkat dibanding tahun lalu dimana tingkat kelulusan hanya mencapai 99,52 persen.

Tingkat kelulusan SMK tahun ini lebih baik lagi yakni mencapai 99,92 persen atau 64.936 siswa dari 64.986 peserta. Tahun lalu 99,82 persen.

Sedangkan peserta didik yang tidak lulus tahun ini, tingkat SMA/MA, 190 atau 0,35 persen dari 54.466 peserta. Tingkat SMK tercatat 50 siswa atau 0,08 persen dari 64.986 peserta. “Nanti malam, mulai pukul 00:01 bisa membuka website sekolahnya untuk mengetahui hasil kelulusan. Pagi harinya, mereka bisa melihatnya di sekolah,” jelasnya. (john/b)