Sunday, 21 October 2018

Di Tangsel, Pemandu Karaoke Kena Razia Satpol PP

Selasa, 29 Mei 2012 — 22:15 WIB
Karaoke

CIPUTAT (Pos Kota) – Puluhan wanita malam yang bekerja sebagai pembantu karoke di tujuh kecamatan di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dijaring petugas Satpol PP setempat. Mereka sempat protes karena sebagian merasa bukan pelacur jalanan atau penjaja seks hanya menjadi pemandu tamu bernyanyi di ruangan saja.

“Kami bukan penjaja seks atau pelacur jalanan tapi hanya sebagai pemandu tempat hiburan atau menemani tamu untuk bernyanyi di ruangan karoke,” ujar Nina, satu pemandu karoke di kawasan Ciputat, Kota Tangsel, Senin malam (28/5).

Menurut dia, sebagian besar wanita yang ditangkap atau terkena razia hanya sebagai pemandu karoke atau PR saja a. “Kalau bekerja sebagai PR saja ditangkap kemana lagi kami cari makan?” tutur janda satu anak yang mengaku tinggal di kawasan Gaplek, Pamulang.

Kegiatan operasi atau razia tempat hiburan malam yang banyak dikeluhkan warga sekitar karena disinyalir tempat hiburan malam atau karoke yang sebagai kedok untuk penjaja cinta atau penjaja seks terselubung dilakukan sejak Pk. 21:00 hingga Pk. 23:00.

Ada sekitar 38 wanita pemandu karoke dari tujuh kecamatan yang berhasil dirazia.

Setelah dilakukan pendataan dan membuat surat pernyataan agar tak lagi bekerja sebagai pemandu karoke di kantor Kec. Ciputat sebagian besar dijemput keluaraga atau saudara untuk pulang ke rumah dan sekitar 16 wanita lainnya dibawa ke Dinas Sosial Kota Tangsel.

TIDAK PUNYA PANTI SOSIAL

Menanggapi adanya keluhan terhadap hasil razia wanita malam, Kepala Bidang Operasional Satpol PP Kota Tangsel Ponco, Budi Santoso, mengakui bahwa hasil razia sekitar tiga jam di tujuh kecamatan tertangkap sekitar 38 wanita pemandu karoke. Mereka langsung didata dan diminta membuat surat pernyataan tak berbuat lagi.

“Sebanyak 22 wanita malam langsung dijemput keluarga atau saudaranya,” tuturnya karena wilayah Kota Tangsel belum memiliki Panti Sosial sebagai tempat pembinaan atau penampungan hasil razia pelacur jalanan maupun lainnya. Untuk 16 wanita lainnya dibawa ke Dinas Sosial Kota Tangsel dengan truk Satpol PP setempat. (anton/dms)

foto:

Sejumlah pemandu karoke di tujuh kecamatan Kota Tangsel yang berhasil dijaring Satpol PP setempat saat didata di kantor Kec. Ciputat. (anton)