Monday, 24 September 2018

Turis Malaysia yang Belanja di Tanah Abang 1,5 Juta Orang

Selasa, 29 Mei 2012 — 14:55 WIB
Wisata

JAKARTA (Pos Kota) – Turis asal Malaysia yang berbelanja pakaian  ke Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat dan Bandung mencapai 1,5 juta orang pada 2010. Tahun ini diperkirakan lebih besar karena pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup stabil mencapai 6,5 persen.

General Manager Marketing Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Ho Mely Surjani mengatakan, pihaknya menambah berbagai sarana dan prasarana untuk menyambut turis asing khususnya dari Asia Tenggara dan domestik yang  berbelanja di Pasar Tanah Abang.

“Kami membuka   zona butik BCD di Blok B yang  dimotori oleh desainer Tuty Cholid. Zona BCD ini  untuk membantu para desainer memasarkan busana mereka dalam jumlah besar dengan harga terjangkau,” kata Mely, Selasa (29/5).

Menurutnya, wisatawan mancanegara dan dalam negeri tidak harus pergi jauh-jauh mengunjungi beberapa daerah untuk mencari pakaian tradisional. Kini semuanya dapat dengan mudah dicari di Pasar Tanah Abang.

Ia menambahkan, butik-butik di zona BCD diramaikan oleh sejumlah desainer kawakan Indonesia seperti Adrianto Halim, Tuty Cholid, Jeny Tjahyawati, Itang Yunasz, dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) seperti Krajan Troso (batik dan tenun Jepara), batik Madura, Bu Ning (sulam dan bordir khas Toraja), dr Ian (tenun NTT), Batik Ozzy (batik Pekalongan), dan lain-lain.

Pemusatan UKM dalam satu zona ini diharapkan mampu memfasilitasi UKM agar dapat berkembang dan memiliki daya saing yang lebih baik sehingga mampu menarik minat para pembeli grosir baik dalam maupun luar negeri.

Menurut Ketua I Koperasi Pedagang Pasar Tanah Abang Yasril Umar, omset total para pedagang pakaian grosir di Pasar Tanah Abang selama satu bulan puasa 2011 mencapai Rp3 triliun lebih. Jumlah perputaran uang di Tanah Abang per hari tahun lalu mencapai  Rp110 miliar atau naik dari hari biasa yang hanya Rp75 miliar.

Desainer  Tuty Cholid menambahkan, selama perjalanannya keliling dunia, ia mengakui Indonesia merupakan satu-satunya negara yang memiliki keragaman budaya. Sehingga tidak heran jika Indonesia memiliki berbagai macam model, motif, corak dan gaya berbeda dalam hal desain kain.

“Hal itulah yang membuat Indonesia menjadi salah satu negara favorit  tujuan negara di Asia dan negara lainnya untuk berwisata belanja,” kata Tuty Cholid.

Tuty menyebutkan, banyak wisatawan yang datang ke Indonesia berburu kain daerah seperti batik, songket, dan tenun. Maka tidak heran jika para desainer mencoba mengeksplorasinya melalui pakaian siap pakai. Sayangnya, sampai sekarang penggunaan busana berbahan kain tradisional seperti rancangan desainer masih terbatas pada kalangan menegah atas saja.

“Padahal masyarakat menengah ke bawah sebenarnya memiliki keinginan yang cukup besar untuk tampil gaya dengan busana tradisional dan dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya. (aby/dms)

Foto : General Manager Marketing Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Ho Mely Surjani (kedua dari kiri) diapit artis sinetron Shireen Sungkar (kedua dari kanan) dan Putri Pariwisata 2012 (paling kanan) pada pembukaan  zona butik BCD  Pasar Tanah Abang Blok B Jakarta Pusat, kemarin. (aby)