Friday, 21 September 2018

Suami Malah Masuk Sarung

Kamis, 31 Mei 2012 — 9:36 WIB
dia-31-mei

TEGANYA …..teganya ……si Rokibi, 30, ini. Di kala istri pamitan belanja ke warung, dia di rumah malah “masuk sarung” bersama gadis tetangga. Maka kejadian selanjutnnya sungguh mengenaskan. Rokibi dan Rokini gendakannya harus lari gidal-gidul, karena dipergoki oleh istrinya saat bermesum ria.

Tahu TTS? Tahulah, itu kan Teka Teki Silang yang jadi “pekerjaan” PNS saat sedang bengong di kantor. Kalau TTM? Akronim kotemporer ini memang mengandung makna: Tetangga Tapi Mesra, karena meski sekedar tetangga bila memungkinkan bisa juga mereka bermesraaan bak suami istri. Dan ini pula yang orang biasa menyebut perselingkuhan.

Rupanya Rokibi warga Situbondo (Jatim) ini sedang punya TTM di lingkungannya sendiri. Kebetulan sekali namanya kok juga mirip-mirip begitu. Dia bernama Rokibi, kok WIL-nya bernama Rokini, 22. “Wah, jangan-jangan Rokini memang tercipta untukku….,” kata batin Rokibi berandai-andai. Ini terjadi beberapa bulan lalu, saat Rokini belum buka rok ini untuknya.

Secara jujur harus diakui bahwa Rokini tergolong gadis paling melek di lingkungannya, Desa Rajekwesi, Kecamatan Kendit. Dasar umur masih muda belia, bodi seksi, betis mbunting padi dan kulitnya putih lagi. Sebagai lelaki normal, Rokibi suka salting manakala melihat Rokini melintas depan rumah. Jika tak ada istri, dia berani menggoda dengan kata-kata seronoknya. Jika pas bini di rumah Rokibi hanya bisa memandangi Rokini dengan penuh nafsu, sementara ukuran celana mendadak berubah!

Istri Rokibi, si Rokayah, 25, sebetulnya lumayan cantik juga. Tapi karena stok lama, jadi kurang menarik bagi Rokibi selaku user (pengguna). Ketika di sekitarnya muncul produk baru, sudah barang tentu suami Rokayah ini menjadi lebih bergairah. Dalam hatinya si lelaki mata keranjang itu mengatakan, kapan koalisi Rokibi – Rokini bisa dijalin? Dalam sebulan dua bulan nggak apa, sukur-sukur bisa sampai 2014.

Kalau sedang milik, yang namanya “rejeki” memang takkan lari ke mana. Dan ternyata, berkat ketelatenan Rokibi menggoda gadis tetangga idola, lama-lama membawa hasil. Maksudnya, Rokini bisa memahami aspirasi urusan bawah Rokibi. Maka beberapa waktu lalu, Rokini – Rokibi bisa meningkatkan koalisi menjadi sebuah eksekusi. Inilah uniknya Rokibi. Naik tangga saja takut, naik gadis tetangga malah hepi benar.

Koalisi dan eksekusi Rokibi – Rokini terus berjalan. Bila situasinya mantap terkendali, keduanya sepakat menuntaskan libidonya masing-masing. Tempatnya bukan di hotel atau losmen, tapi di kamar rumah Rokibi sendiri. Anehnya, selama ini aman-aman saja. Mungkin saja Rokibi memang piawai mengatur managemen mesumnnya yang berbasis selingkuh itu.

Tapi yang namanya barang batil takkan langgeng. Seperti yang terjadi beberapa hari lalu, misalnya. Saking kebeletnya seminggu lebih damai-damai saja tanpa ada serangan umum non 1 Maret 1949, begitu tahu Rokayah pergi ke warung, buru-buru Rokibi mengajak Rokini masuk sarung. Soalnya dia tahu, bila di warung istrinya paling betah adol omong (ngobrol). Yang dibeli hanya pete rese, ngobrole sak sore bendhe (ngobrolnya berjam-jam).

Apes buat Rokibi – Rokini. Ternyata kali ini Rokayah pulang lebih cepat. Walhasil dia jadi melihat dengan mata kepala sendiri, betapa suaminya tengah menyetubuhi gadis tetangganya. Kontan dia berteriak nyaring. Dan Rokini – Rokibi pun lari terbirit-birit dengan tubuh nyaris telanjang bulat. “Penjarakan mereka, saya nggak terima suamiku ada main dengan gadis tetangga,” kata Rokayah saat melapor ke Polsek Kendit.

Tiga Rok ribut gara-gara masalah di balik rok! (JPNN/Gunarso TS)