Friday, 21 September 2018

Tarif Bongkar Muat di Pelabuhan Priok Masih Digodok

Jumat, 1 Juni 2012 — 0:38 WIB
maua315

JAKARTA (Pos Kota) – Rencana kenaikan tarif bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta masih terus digodok menyusul adanya pro kontra rencana tersebut.

Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) DKI Jakarta Sodik Hardjono mengatakan hingga kini belum ada titik temu pembahasan padahal sudah beberapa kali pertemuan rencana kenaikan tarif bongkar muat itu yang diusulkan kepada Pelindo II dan asosiasi penyedia dan pengguna jasa di Pelabuhan Tanjung Priok pada 1 Maret 2012.

“Padahal draft penaikan tarif tersebut sudah kami finalisasi, termasuk untuk per kelompok layanan bongkar muat,” ujar Sodik. Kendati begitu Pelindo II Tanjung Priok belum merespon usulan atau draft kenaikan tarif bongkar muat di pelabuhan tersebut.

Dia mengatakan, dalam draft final yang diusulkan APBMI DKI itu, rencana kenaikan tarif bongkar muat untuk peti kemas diusulkan berkisar 15 persen antar lain untuk general cargo (barang kelompok satu) berkisar 27 persen, kelompok dua naik 11,38 persen dan kelompok tiga diusulkan naik 3,95 persen.

Adapun barang kategori kelompok satu itu al: ikan beku, kaca, curah cair, pulp,tiang pancang dan stell.Kemudian kelompok dua al; bag cargo, curah kering, dan jumbo bag.

Sedangkan barang kategori kelompok tiga al: coil, steel bar, billet in bundle, wire rod dan rail way steel.

APBMI, kata dia berharap Pelindo II dapat segera merespon rencana penaikan tarif tersebut mengingat beban operasional perusahaan bongkar muat (PBM) di Pelabuhan Tanjung Priok sudah naik sejak adanya kenaikan upah buruh bongkar muat (tenaga kerja bongkar muat/TKBM).

Sodik menambahkan, sejak 1 Februari 2012 upah TKBM (tenaga kerja bongkar muat) di Priok yang sebelumnya hanya Rp.50.000 kini jadi Rp.90.000/orang/shift. “Upah TKBM sudah naik hampir dua kalilipat sejak Februari 2012,sementara tarif bongkar muat masih mengacu pada keputusan tarif tahun 2008,”ujar Sodik. (dwi)