Monday, 24 September 2018

Gas Elpiji 3 Kg Langka di Banten

Senin, 4 Juni 2012 — 21:42 WIB
rahma46

SERANG (Pos Kota) – Warga Banten akan mengalami kelangkaan gas elpiji ukuran tiga kilogram (kg) menyusul adanya pengurangan kuota gas elpiji untuk Banten sebanyak 200 ribu tabung gas, atau 10 persen dari kuota 1,8 juta tabung gas ukuran tiga kg.

Ketua Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswanamigas) Banten, Rahmat Halim mengatakan, kelangkaan elpiji terutama tabung tiga kilogram sulit dihindari. Kata Rahmat, saat ini saja di beberapa agen dan pangkalan sudah banyak laporan adanya kelangkaan.

“Dikhawatirkan akhir Juni nanti akan ada kelangkaan akibat adannya pengurangan ini. Selain itu, konsumen gas 3 kg semakin meningkat. Meskipun sekarang stok masih ada, akan tetapi terpakai pada bulan ini,” kata Rahmat Halim.

Ia juga memprediksikan, kelangkaan akan semakin parah pada memasuki awal bulan Ramadhan nanti. Karena penggunaan gas elpiji biasanya akan meningkat. “Jika tidak diantisipasi harga gas elpiji dipengecer akan sulit dikendalikan dan langka,” kata Rahmat.

Dijelaskan Rahmat, adanya pengurangan kuota gas untuk Banten ini, karena disejumlah daerah banyak yang mengusulkan konversi dari Bahan Bakar Minyak (BBM) ke gas. Sehingga, pengiriman gas ke luar daerah menjadi meningkat. Sehingga kuota untuk Banten dikurangi.

“Peruntukan gas elpiji tiga kilogram ini bagi warga yang penghasilannya dibawah Rp 1,5 juta, atau warga kurang mampu. Semestinya kuota yang dikurang Jabodetabek, bukan Banten dan daerah lainnya. Karena taraf kehidupan warga Jabodetabek sudah lebih baik, bila dibandingkan dengan Banten,” ujarnya.

Terpisah, pengelola agen gas elpiji di kawasan Pasar Rau, Sumitra mengakui adanya kekurangan pasokan gas elpiji dari pangkalan ke agen. Sehingga agen tidak bisa melayani permintaan semua pengecer secara bersamaan. Untuk menyiasatinya, agen melakukan pengiriman ke pengecer secara bergantian. (haryono)

Teks :Rahmat Halim