Friday, 16 November 2018

Mengaku Kesal Sering Dimarahi

Tersangka Pembunuh Wanita Jepang Dibekuk

Selasa, 5 Juni 2012 — 18:26 WIB
jepa56

JAKARTA (Pos Kota) – Dalam waktu 12 jam, anggota Unit Resmob Polres Jakarta Timur, meringkus tersangka pembunuh Setsuko Iwata, 67, wanita Jepang yang ditemukan di kamar mandi lantai dua rumahnya di Komplek Bangun Cipta Sarana, Jl. Abezial Raya, RT 001/12 Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (4/6) kemarin.

“Pelaku ditangkap di rumah orang tuanya di Pandeglang, Banten, sekitar pukul 05:00, tanpa perlawanan walaupun berupaya untuk mengelabui petugas,” kata Kapolres Jakarta Timur, Kombes Saidal Mursalin, Selasa (5/6).

Menurut Saidal, tersangka bernama Toni Hidayat, 39, pekerja bangunan yang tengah merenovasi rumah korban. Dari pengakuannya, pelaku membunuh korban karena kesal kerap dimarahi Setsuko. “Motif pembunuhan ini karena pelaku kesal selalu dimarahi korban tanpa alasan yang jelas,” ujar Saidal.

Diceritakan Saidal, pembunuhan tersebut terjadi Minggu (3/6) sekitar pukul 09:00WIB. Saat itu pelaku yang bekerja seorang diri diduga sudah merencanakan untuk menghabisi nyawa korban. Dimana nenek satu orang cucu ini sudah diketahui seorang diri. “Korban awalnya sempat melawan atas perbuatan pelaku, dimana luka cakaran terlihat di pipi pelaku,” tambah Kapolres.

Pelaku yang sudah bekerja selama empat minggu memukul wajah korban. Saat korban tak berdaya, pelaku mengikat tangan dan kaki korban. Tak hanya itu, Toni juga melakban mulut korban dan diseret ke kamar mandi. “Ketika korban sudah tidak berdaya di kamar mandi namun masih bernafas, timbul pikiran untuk membunuhnya dengan melakban bagian hidungnya,” ungkap Saidal.

Dikatakan Saidal, ketika korban digantung di kran kamar mandi, pelaku mulai menggasak harta korban. Dimana handphone, kartu ATM Bank Mandiri digasak pelaku untuk melarikan diri ke kampung halamannya di Kampung Mataram, Desa Sukarame Rt 001/02 Carita, Pandeglang, Banten. “Pelaku juga mengambil uang yang ada di ATM korban sebanyak Rp3 juta dalam dua kali penarikan,” tutur kapolres.

Dalam pelarian itu, lanjut Saidal, pelaku awalnya terlacak alat DTS di wilayah Cawang. Setelah itu, Toni mampir di kawasan Senen, Jakpus, dan membeli sepatu serta menjual handphone milik korban. “Dari Senen pelaku baru berangkat ke kampung halamannya di Pandeglang,” imbuhnya

PENANGKAPAN

Penangkapan pelaku sendiri bermula dari pemeriksaan polisi terhadap beberapa saksi di lokasi kejadian. Pelaku yang menghilang dengan alasan pergi ke Batam itu membuat polisi semakin yakin bila duda yang pernah menikah dua kali itu adalah pelaku utama pembunuhan Setsuko. “Kecurigaan awal kami berawal dari menghilangnya pelaku,” kata Kasat Reskrim AKBP Dian Perri.

Petugas langsung melacak nomor handphone pelaku mendapatkan pria ini berada di kawasan Pandeglang. Padahal sebelumnya, pria ini berpamitan kepada sang mandor Alif untuk ke Batam. “Dari keterangan itulah kita langsung mengejar pelaku ke Pandeglang,” ujar Dian.

Di rumah orangtuanya di Pandeglang, pelaku ditangkap polisi. Awalnya pelaku sempat mengelabui petugas dengan mengaku sebagai Yayat kakak Toni. Namun akhirnya Toni mengakui kalau dialah pelakunya. “Ketika kita desak, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya telah membunuh korban karena sering dimarahi,” tutur kasat.

Saat ini pelaku diamankan di Polres Jakarta Timur untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisipun masih mendalami kasus pembunuhan ini dan berencana akan menjerat pelaku dengan pasal 338 atas pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup. (Ifand)

Teks : Tersangka pembunuh wanita Jepang