Friday, 16 November 2018

Kaki dan Tangan Diikat

Wanita Jepang Tewas Mengenaskan di Rumahnya

Selasa, 5 Juni 2012 — 0:22 WIB
ifandir46

PULOGADUNG (Pos Kota) – Pembunuhan sadis menimpa wanita tua asal Jepang di rumahnya Jl. Aberizal Raya RT 001/012 Cipinang Kebembem, Pulogadung, Jaktim. Pegawai Kedubes Jepang ini tewas di kamar mandi dengan tangan diikat, mulut dan hidung dilakban dan kaki tergantung di kran.

Kematian Setsuko Iwata, 67, diketahui Senin (4/6) sekitar Pk. 17:00. Aparat Polsek Pulogadung dan Polres Jakarta Timur langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.

Hasil identifikasi diketahui, seluruh wajah korban luka lebam. Setsuko ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Tangannya diikat rafia kuning di belakang. Sedang kakinya diikat tali yang sama tergantung di dinding diikatkan di kran. Korban mengenakan kaos biru dan celana panjang motif polkadot. Satu HP kroban tak ditemukan.

Frans Gunawan, 45, tetangga, mengatakan Kedutaan Besar (Kedubes) Jepang, tempat wanita tua itu bekerja paruh waktu, mencari-carinya karena dua hari tak masuk kantor tanpa kabar. Telepon yang dihubungi pun tak diangkat.

”Akhirnya ada temannya yang menghubungi kerabatnya yang kemudian datang ke rumah,” ungkapnya.

RUMAH DIRENOVASI

Kematian nenek satu cucu dari anak tunggalnya itu diketahui setelah Alif, kerabat Setsuko, datang bersama dua temannya. “Mereka mendobrak pintu setelah berkali-kali dipanggil tapi nggak ada sahutan. Pintu rumah itu dikunci dari dalam,” katanya. “Mereka keluar lagi memberitahu kami setelah menemukan korban tewas di kamar mandi lantai dua rumahnya.”

Menurut Frans, janda satu anak itu tinggal seorang diri. Di bagian belakang rumah yang ditempati Setsuko saat ini tengah direnovasi. Alif berperan menjadi mandornya. Diketahui, pada Sabtu (1/6), dua pekerja masih merenovasi rumah. Hanya saja, pada Minggu (2/6) hanya ada satu pekerja karena seorang lainnya mendapat jatah libur.

Pekerja yang bertugas itu sekitar Pk. 10:00 mengirim SMS ke Alif. “Dia pamit mau ke Batam,” katanya menirukan penjelasan Alif.

Ketua RT 01/12 Cipinang Kebembem, Sutagus, mengatakan Setsuko sudah menetap di rumah itu sejak 1980 dan telah menjadi WNI. Ia menikah dengan lelaki asal Bali yang kini telah meninggal dunia. “Sebelumnya di rumah itu ia tinggal bersama suami dan istri pertama suaminya, tapi istri pertama meninggal sekitar 10 tahun lalu,” ungkap Sutagus.

“Sehari-hari ia sangat baik. Ia punya satu anak perempuan yang sudah menikah dan memiliki satu anak. Mereka tinggal di Solo.”

Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur, Kompol Dian Perry, menolak memberi banyak keterangan. “Kasus ini masih kami selidiki,” katanya. (ifand/yp/ird)

TEKS : Wanita Jepang yang tewas di kamar mandi rumahnya. (ist/ifand)