Rabu, 6 Juni 2012 22:10:54 WIB

Anggota Pokdar Jatinegara

Belajar Ilmu Kebal, Satu Tewas Lima Kelojotan

kebalan66

JATINEGARA (Pos Kota) – Enam pria anggota Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban (Pokdar Kamtibmas) Jatinegara, Jakarta Timur punya niat mulia. Mereka bertekat menjaga keamanan warga dari aksi kejahatan. Untuk itu mereka belajar ilmu kebal. Hanya saja, ketika menjalani ritual menyiram tubuh dengan air keras, tak ada yang kuat. Mereka kelojotan dan seorang tewas.

Sudirman, 46, merengang nyawa dengan wajah dan kedua tangan melepuh. Bapak tiga anak ini tewas di RS Pasar Rebo, Jakarta Timur. Lima lainnya kelojotan. Mereka, Matsani, 48, Sugeng, 37, Joko, 41, dan Agus Salim, 40, dirawat di rumah sakit yang sama dengan luka bakar di tangan. Sedangkan, Mamat Sahroni, 57, dirawat di RS St Carolus. Pria ini juga mengalami luka bakar di tangan.

Ritual menjajal ilmu kebal dengan membasuh tubuh dengan air keras itu dilakukan enam sekawan pada Selasa (5/6) malam, sekitar Pk. 23:00. Menjelang tengah malam, mereka berkumpul di rumah kosong Jalan Tanjung Lengkong, Bidara Cina. Keenam pria itu sepakat berlatih ilmu kebal.

Mereka duduk bersila di lantai, membentuk lingkaran. Setelah berdoa, satu per satu membasuh tangan dengan air keras yang dituang dari botol ukuran 1 liter. Usai membasuh tangan, ritual dilanjutkan dengan membasuh wajah.

Ternyata uji ilmu kebal tak berhasil. Mendadak, keenamnya kesakitan. Rasa perih yang membakar membuat mereka berteriak kesakitan. Sudirman yang membasuh wajah dengan air keras, tampak paling parah karena wajahnya melepuh. Warga yang mendengar jeritan minta tolong, berlarian ke rumah kosong. Korban dibawa ke rumah sakit.

“Mereka memang belajar ilmu kebal dan sudah biasa melakukannya,” ungkap Sarkono, Ketua Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban (Pokdar Kamtibmas) Jatinegara. “Biasanya baik-baik saja, baru kali ini ada kejadian sampai terluka.”

MEMBANTU POLISI

Menurutnya, keenam warga itu aktif dalam Pokdar Kamtibmas yang menjaga lingkungan. “Mereka belajar ilmu kebal untuk melindungi diri dan menjaga keamanan warga dari penjahat. Tugas kami membantu polisi beresiko tinggi,” ujar Sarkono.

Jenazah Sudirman baru bisa dibawa pulang ke rumahnya pada Rabu (6/6) petang setelah mendapat surat kematian dari Polsek Jatinegara. Boim, anak Sudirman, mengatakan bapaknya sehari-hari bekerja sebagai keamanan lingkungan.

“Tapi saya nggak tahu Bapak belajar ilmu kebal, apalagi kejadiannya sampai seperti ini,” kata pria 25 tahun itu. “Kata dokter, bapak saya meninggal karena menghirup air keras hingga sesak nafas.”

Kapolsek Jatinegara, Kompol Dewoto, mengakui keenam korban aktif dalam Pokdar Kamtibmas dan aktif membantu mengamankan lingkungan. Ia menyayangkan mereka mengambil pilihan belajar ilmu kebal dengan membasuh tangan pakai air keras.

“Kasus ini masih kami tangani,” ujarnya. Kapolsek mengaku sudah menyita botol yang digunakan mengisi air keras. “Kami ingin mendapat kepastian darimana mereka belajar ilmu kebal dan siapa gurunya,” katanya. (ifand/b)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.