Sunday, 26 February 2017

Balita Tewas Dibunuh Bapak Kandungnya

Senin, 11 Juni 2012 — 23:03 WIB
Borgol-n2

SURABAYA(Pos Kota) – Seorang warga Perumahan Kebon Agung Blok E2 kecamatan Sukodono Sidoarjo Jawa Timur, Achmad Fatoni,39 diduga telah membunuh anak kandungnya sendiri.

Achmad Fatoni dicurigai oleh warga sebagai penyebab kematian balita yang tak lain adalah anak kandungnya sendiri.

Menurut keterangan yang di himpun dilapangan, tewasnya korban akibat adanya bekas cekikan yang ada di leher korban.

Menurut Anang, tetangga Fatoni mengatakan bahwa warga banyak curiga pada ayah kandung korban, karena sebelum balita ini tewas dirinya pernah bercerita bahwa pada saat tidur dirinya mendengar suara yang menyatakan bahwa kalau ingin kaya harus membunuh anaknya.

“Pak Patoni pernah bercerita sama saya dan mengatakan pada saat tidur, dia mendengar suara aneh yang memerintahkan untuk membunuh anaknya, bila ingin kaya,” ucap Anang Senin (11/6).

Anang menambahkan, awalnya balita yang masih berumur dua tahun itu mengalami sakit keras dan berencana dibawa oleh Susiani, ibunya ke Puskesmas. Namun dicegah oleh Patoni. Karena kondisi korban semakin mengkhawatirkan, akhirnya korban dilarikan ke Puskesmas.

Puskesmas menolak dengan alasan peralatan kurang lengkap. Akhirnya dirujuk ke klinik Rochman Rochim, di daerah Sukodono. Dari hasil pemeriksaan dokter, anak tersebut sudah meninggal dunia.  Namun pihak orang tua korban masih tak percaya dan membawanya kembali ke puskemas lagi.

Dari Puskesmas mereka mendapatkan informasi kalau anak tersebut memang sudah tewas.
Kecurigaan warga pun mulai terasa karena sebelum tewas salah satu warga mendengar teriakan dari ibu korban. “Ayah jangan yah!” setelah itu langsung hening.

Kematian korban, menyisakan banyak tanda tanya buat warga. Pasalnya di kedua pipi kanan dan kiri korban lebam semua. Apalagi, leher korban ada bekas tanda cekikan.

Terkait hal ini, warga melaporkanya ke polisi. Selanjutnya, jenasah korban dibawa ke rumah sakit pusdik Porong untuk dilakukan otopsi.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh aparat kepolisian serta hasil otopsi yang dilakukan di Rumah Sakit Pusdik Porong menyatakan, tewasnya korban murni disebabkan adanya penganiayaan berat.

Kapolres Sidoarjo AKBP Marjuki mengatakan bahwa anak berumur 2 tahun tersebut memang murni dibunuh oleh ayahnya sendiri. “Hal ini terbukti setelah melalui pemeriksaan dan penyidikan dari saksi-saksi termasuk ibu kandung korban.

Sebelum korban tewas, istrinya sempat dikabari oleh pelaku kalau anaknya mengalami kesurupan dan terkena santet. Dan untuk cara penyembuhanya harus dengan ritual khusus yaitu dengan cara korban harus ditelanjangi dan perutnya harus ditekan keras agar setannya keluar,” terang Kapolres seraya mengatakan pelaku akan dikenakan pasal tentang pembunuhan berencana yaitu 340 dengan ancaman hukuman seumur hidup atau 20 tahun penjara,” tutup Kapolres.(nurqomar/dms)

  • Ruslan

    Binatang Buas yg tidak memeiliki akal sempurna sekalipun, tidak akan pernah tega membunuh anaknya sendiri. yg pasti orang tersebut tidak pernah beribadah alias KAFIR, sehingga mudah dihasut setan. ibadahlah walau tidak sesempurna ibadahnya orang-orang yg ahli ibadah, tetapi paling tidak akan menjauhkan kita dari hal-hal yg menjurus kepada kemaksiatan dan kejahatan.

Terbaru

Rapat Pleno KPU Banten.
Minggu, 26/02/2017 — 14:39 WIB
Berlangsung Panas
Rekap Suara 6 Kabupaten/Kota, Rano-Embay Unggul Tipis Sementara
Peresmian bank sampah di SMPN 257 Ciracas, Jakarta Timur. (Ifand)
Minggu, 26/02/2017 — 14:36 WIB
Pelajar SMPN 257 Ciracas ke Sekolah Bawa Sampah
Sestama Bakamla RI
Minggu, 26/02/2017 — 14:20 WIB
Sestama Bakamla RI Tinjau SPKKL Natuna