Thursday, 15 November 2018

Tanah TPU Terpakai Untuk Jembatan Harus Diganti

Rabu, 13 Juni 2012 — 22:09 WIB
lahantpu136

SERANG (Pos Kota) – Ketua Komisi I DPRD Kota Serang, Aminudin menyatakan, pihaknya akan mendesak Pemkot Serang k memberikan ganti rugi lahan wakaf Tempat Pemakaman Umum (TPU) Lopang Cilik, jika terbukti ada sebagian lahan yang terpakai untuk pembangunan jembatan Pekarungan.

“Kita akan tunggu hasil pengukuran dari Badan Pertanahan Negera (BPN) Serang, jika ada lahan yang terpakai oleh pemkot, ya pemkot harus menggantinya dengan lahan lagi,” ungkap Aminudin, di sela-sela pengukuran lahan wakaf TPU Lopang Cilik, yang sebagian tanahnya terpakai untuk jalan jembatan Pekarungan, Rabu (13/6).

Dikatakan Aminudin, meskipun jembatan Pekarungan sudah rampung, akan tetapi penganggaran untuk penyedian lahan bisa digunakan dengan menggunakan dana sisa yang belum dibayarkan kepada Wase, warga yang mengaku memiliki sertifikat tanah tersebut.

“Katanya pemkot memberikan konpensasi Rp 1,4 miliar, dan baru dibayar Rp 600 juta, kepada tiga bangunan yang disertifikasi diatas lahan wakaf tersebut, yang dinilai warga itu tidak benar. Jadi sisa pembayarannya yang akan diajukan di APBD Perubahan dialihkan saja untuk pembayaran pengadaan penggantian tanah wakaf,” katanya.

Ia juga menambahkan, kemungkinan hasil dari pengukuran ini bisa diketahui Senin depan, dimana saat ini dilakukan pengukuran seluruh tanah wakaf, kemudian dari situ akan diketahui berapa luas yang terpakai oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) yang terpakai untuk jalan jembatan Pekarungan. “Nah, dari hasil pengukuran akan diketahui berapa yang terpakai dan pemkot harus menggantinya,” katanya.

Kasi Pengukuran BPN Serang, Teguh Wiyana menjelaskan, untuk proses pengukuran sampai diketahui hasilnya itu bisa dalam waktu satu hari, asalkan warga bisa menunjukkan batas-batas tanah wakaf. Sebenarnya prosesnya cepat jika datanya jelas. “Tahapannya itu pengukuran, eksisting sesuai setifikat dan batas yang digunakan PU. Jadi nanti akan ketahuan berapa luas tanah yang terpakai untuk jalan,” katanya, seraya menambahkan, paling lama itu dua-tiga hari prosesnya.

Salah satu tokoh masyarakat Lopang Cilik Kusnadi mengatakan, pihaknya bersama warga hanya ingin ada penggantian lahan untuk keperluan TPU, karena lahan yang ada sudah penuh ditambah lagi sebagian lahannya terpakai jalan tanpa sebelumnya ada pemberitahuan.

“Kami juga sangat menyayangkan kepada pemkot, kenapa main bongkar kuburan tanpa adanya pemberitahuan. Akibatnya keluarga yang saudara dan orangtuanya dikuburkan di TPU Lopang Cilik merasa sakit hati, karena ketika hendak ziarah tidak ada kuburannya,” katanya.

Menanggapi hal ini, Kabid Bina Marga DPU Kota Serang, Asep Heriyawan mengaku, pihaknya belum bisa berkomentar, akan tetapi hal ini akan dikoordinasikan terlebih dahulu kepada atasannya. (haryono)

Teks ” Suasana pengukuran lahan TPU yang terpakai untuk pembangunan jembatan