Friday, 16 November 2018

Italia Khawatir Spanyol-Kroasia Bermain Mata

Sabtu, 16 Juni 2012 — 2:11 WIB
ilusitalia

POZNAN (Pos Kota)- Italia dalam posisi yang tidak menguntungkan di Piala Eropa 2012. Mereka bisa tersingkir kalau Spanyol dan Kroasia “main mata” di laga ketiga. Namun, kubu Gli Azzurri yakin hal itu tak akan terjadi.

Saat ini Spanyol memimpin klasemen sementara Grup C dengan koleksi empat poin dari dua laga. Kroasia yang punya nilai sama tapi kalah selisih gol ada di urutan kedua. Italia menyusul di bawahnya dengan raihan dua angka.

Secara matematis, peluang Italia untuk lolos ke perempatfinal masih cukup terbuka. Syarat pertama yang harus mereka penuhi adalah mengalahkan Republik Irlandia di laga ketiga, Senin (18/6) mendatang.

Namun, nasib La Nazionale masih akan sangat bergantung pada hasil laga Spanyol versus Kroasia. Kalau Spanyol dan Kroasia bermain imbang dengan skor tertentu, mereka bisa bersama-sama lolos dan Italia akan gigit jari.

Di babak grup ini, kalau ada dua atau lebih tim dengan poin sama, maka yang akan jadi penentu peringkat adalah jumlah poin yang mereka dapat dari laga-laga di antara mereka. Oleh karena itu, kalau Spanyol versus Kroasia berakhir seri, berarti poin ketiga tim itu dari laga di antara akan sama (ketiga tim sama-sama mendapatkan dua poin).

SELISIH GOL

Penentu berikutnya adalah jumlah selisih gol yang tercipta di laga-laga di antara mereka. Cara seperti ini juga belum menghasilkan tim yang lolos karena selisih gol ketiga tim di laga-laga tersebut akan sama (nol, karena semua laga di antara ketiga tim berakhir seri).

Setelah itu, yang akan jadi penentu adalah jumlah gol yang tercipta di laga-laga di antara mereka. Di sinilah Spanyol dan Kroasia punya peluang untuk “bermain mata”. Karena Italia bermain imbang 1-1 dengan Spanyol dan Kroasia, maka dua tim yang disebut terakhir akan lolos ke perempatfinal kalau bermain imbang dengan skor lebih besar daripada 1-1.
Kubu Italia menyadari betul hitung-hitungan peluang seperti di atas. Namun, mereka meyakini dua rivalnya itu punya integritas dan tak akan menjalankan skenario “nakal” demi mendepak mereka.

“Pemain-pemain mereka punya riwayat yang–dalam pandangan saya– tak akan memungkinkan mereka dianggap anti-olahraga atau jadi bahan tertawaan seluruh dunia karena mengejar skor 2-2,” ucap kiper Gianluigi Buffon di Football Italia. (ali/bu)