Friday, 16 November 2018

Pemerintah Utamakan Turis Berkualitas

Minggu, 17 Juni 2012 — 15:20 WIB
balibech

BOGOR (Pos Kota) – Pemerintah mengubah target pariwisata nasional dengan memburu kualitas wisatawan dibanding kuantitas.

“Kita memang  mengejar kuantitas, tetapi lebih baik lagi  kualitas wisatawan diutamakan,” papar Direktur Pengembangan Wisata Minat Khusus dan Mice Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Achyaruddin pada Lokakarya Perspektif Pengembangan dan Promosi Wisata Minat Khusus, Konvensi, Insentif dan Even di Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Achyaruddin mengatakan, pihaknya mengubah  paradigma dari massive tourism (wisata massal) menjadi special interest tourism (wisata minat khusus). Artinya, meski wisatawan mancanegara (wisman) cuma dipatok delapan juta, tetapi kualitasnya yang dihitung.

Ia menambahkan kualitas dapat diukur dari expenditure atau lenght of stay. Penilaian expenditure dihitung dari jumlah uang yang dikeluarkan wisman saat berwisata. Sementara lenght of stay diukur dari lamanya wisatawan menginap di suatu destinasi wisata. “Niche market (pasar ceruk) ini bisa menjadi kekuatan pariwisata Indonesia,” kata Achyaruddin.

Sebab, lanjutnya, Indonesia memiliki garis pantai yang panjang, gunung yang banyak, bahkan budaya dan kuliner yang sangat beragam. Hanya saja,  pengembangan wisata minat khusus tersebut harus fokus.

Pada kesempatan sama, Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf, Firmansyah Rahim menyebutkan fokus pengembangan diperlukan mengingat Indonesia memiliki alam dan budaya yang sangat beragam dan semuanya dapat dikembangkan sebagai wisata minat khusus.

“Seperti wisata bahari, kami targetkan ke tiga hal, yacht, cruise, dan diving. Ada target-targetnya, seperti yacht di 2015 kami targetkan kedatangan 15 ribu yacht,” tuturnya.

Selain wisata bahari, wisata minat khusus yang akan dikembangkan adalah wisata kuliner. Menurut Firmansyah, perlu adanya standarisasi pada masakan-masakan Indonesia, termasuk dimodifikasi sesuai lidah orang asing.

“Wisata kesehatan, sudah mencoba dua pola perjalanan untuk wisata kesehatan. Sekarang kawan-kawan kementerian kesehatan mengundang kita untuk perbaikan rumah sakit dengan kaitan wisata kesehatan. Bisa combine dengan spa juga,” katanya.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tengah mengembangkan wisata minat khusus dengan tujuh tema yaitu wisata budaya dan sejarah; wisata alam dan ekowisata; wisata olah raga rekreasi; wisata kapal pesiar; wisata kuliner dan belanja; wisata kesehatan dan kebugaran; serta wisata konvensi, insentif, pameran, dan even. (aby/dms)