Friday, 21 September 2018

Uang SPP Belum Dibayar, Sekolah Sandera Ijazah Siswa

Minggu, 17 Juni 2012 — 14:29 WIB
ijazah-sub

BANDUNG (Pos Kota) – Diperkirakan 30 SMA dan SMK swasta dan negeri di wilayah Kabupaten Bandung ramai ramai menyandera ijazah siswa yang baru lulus. Penyenderaan terpaksa dilakukan lantaran mereka banyak yang belum melunasi kewajibannya mulai SPP hingga uang bangunan.

Buntut dari aksi penyenderaan ijazah tersebut tak sedikit orang tua siswa akan melayangkan surat protes ke DPRD setempat untuk meminta bantuan mengenai penyanderaan ijazah.“ Kami sudah mengadu ke anggota DPRD mudah mudahan ada hasilnya,“ kata Dahlan,50, perwakilan orang tua siswa yang ijazahnya ditahan, di wilayah Majalaya, Ciparay, Baleendah dan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Dia mengakui, ijazah alumni yang ditahan mayoritas terjadil di SMA dan SMK swasta. Mereka ketika mau melamar kerja pihak sekolah hanya memberikan foto kopinya.“ Pihak sekolah meminta tebusan sesuai dengan tunggakan siswa tewrsebut,“ tegasnya.

Begitu pun di kecamatan Soreang, Pangelengan dan Ciwidey, terpaksa sekolah negeri  dan swasta menahan ijazah alumni karena mereka masih memiliki tunggakan.“ Kami terpaksa menahan karena mereka punya tunggakan. Kalau tak dibayar bagaimana biaya operasional sekolah,,“ tegas Asep Dadang, seorang kepala SMA swasta, Sabtu.

Untuk kelancaran alumninya sekolah pun memberikan fotokopi yang sudah dilegalisir.“ Administrasi lunas ijazah pun keluar,“ akunya.

Kadisdik Kabupaten Bandung Juhana, menjelaskan, laporan mengenai pemyamderaan ijazah cukup banyak baik melalui SMS maupun telepon lanhsung. “Kami siap membantu. Jika yang disandera ijazahnya punya utang ke sekolah kemudian tidak mampu, langsung datang ke sekolah sambil membawa surat keterangan tidak mampu dari desa,“ pintanya.

Juhana sendiri meminta supaya pihak sekolah jangan bertindak semaunya.“ Kalau masih bisa diatasi secara kekeluargaan mengapa dipersulit. Segera hubungi kami kalau dipersulit sekolah,“ pintanya.

(dono/sir)

 

Foto-Ilustrasi

  • Imran Khan

    bukan disandera maksudnya kalee.. diminta untuk melunasi biaya pendidikan agar orang tua murid datang kesekolah dan orang tua murid harus peduli/ memperhatikan pendidikan, karena pendidikan untuk membangun manusia seutuhnya, dan bukan untuk belajar tauran,pemerasan,korupsi, dan…… au…ah banyak pokoknya yang harus direformasi. semua sarana dan prasarana apapun perlu asupan biaya yang jelas dan rutine, Ghituuu agar kita mengerti Ghitu lho………