Thursday, 25 April 2019

Air Irigasi Sulit, Hektaran Padi Terancam Gagal Panen

Selasa, 19 Juni 2012 — 14:36 WIB
sawah

INDRAMAYU (Pos Kota) – Air irigasi sulit dicari sementara hujanpun mulai terhenti semakin menambah sengsara ratusan petani yang menanam padi di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Pengalaman pahit yang  dialami para petani  Indramayu yang menanam padi saat Musim Tanam (MT) Gadu terulang kembali seperti musim gadu tahun sebelumnya.

Tanaman padi mereka yang masih berusia muda sekitar 2 bulan, kini kekurangan air. Sehingga tanaman padi milik para petani di sejumlah kecamatan di Indramayu terancam puso atau gagal panen.

Tanaman padi yang terancam gagal panen terdapat di sejumlah kecamatan tepi pantai yang kesulitan mempeorleh paosan air irigasi karena posisinya berada di daerah paling ujung jaringan irigasi tersier.

Akibatnya, tanaman padi milik para petani seperti di Kecamatan Arahan, Cantigi, Losarang, Kandanghaur dan Kroya kini mulai layu karena kurang memperoleh paoskan air irigasi.

Satu-satunya harapan petani untuk menyelamatkan tanaman padi itu mencari air dais umber-sumber air tampungan alam seperti sungai, kolam dan rawa.

Para petani kebingungan menyelamatkan tanaman padi karena sudah lebih dari sepekan ini tidak turun hujan. Padahal air hujan itu sangat dinantikan para petani untuk menyelamatkan tanaman padi yang sebagian ebsar sudah mulai kering dan layu.

Pemantauan Pos Kota, areal sawah milik petani yang terancam puso atau kekeringan pada awal bulan lalu luasnya mencapai puluhan hektar. Namun setelah melwati 2 minggu, jumlah tanaman padi yang terancam kekeringan semakin meluas sehingga mencapai
ratusan hektar.

(taryani/sir)